Polisi di Mana-mana, Bali Aman...

Kompas.com - 16/06/2011, 17:33 WIB
EditorI Made Asdhiana

DENPASAR, KOMPAS.com — Ancaman teror di Bali menjelang vonis Abu Bakar Ba'asyir sampai saat ini belum terbukti meski Amir Jamaah Ansharud Tauhid ini telah diputuskan bersalah dan divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kapolda Bali Irjen Pol Hadiatmoko meminta masyarakat tetap tenang karena jajarannya telah menyebar anggota di tempat-tempat vital salah satunya obyek wisata.

"Masyarakat kami imbau agar tetap tenang. Kami jelaskan bahwa polisi ada di mana-mana. Kami perintahkan semua berpakaian preman, termasuk Brimob," kata Hadiatmoko di sela-sela peluncuran Regional Traffic Management Centre (RTMC) di Mapolda Bali, Kamis (16/6/2011).

Dari pantauan Kompas.com di kawasan wisata Kuta siang tadi, polisi bersenjata lengkap terlihat berjaga-jaga di setiap sudut menuju pintu masuk Kuta. Banyaknya wisatawan yang berlibur di Kuta pada liburan sekolah ini menjadi perhatian khusus Polda Bali.

"Ini untuk menjaga masyarakat supaya tidak takut. Orang asing agar tetap tenang," jelas Hadiatmoko.

Penjagaan ekstra ketat ini akan terus dilakukan aparat Polda Bali sambil melihat situasi yang berkembang di lapangan.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ayah di Salatiga Tularkan Covid-19 ke Tiga Anggota Keluarganya

    Ayah di Salatiga Tularkan Covid-19 ke Tiga Anggota Keluarganya

    Nasional
    Ketua KPK Minta Kepala Daerah Stop Poles Citra dengan Dana Penanganan Covid-19

    Ketua KPK Minta Kepala Daerah Stop Poles Citra dengan Dana Penanganan Covid-19

    Nasional
    Pemerintah: Tidak Pakai Masker Jadi Faktor Penyumbang Kasus Positif Covid-19 Terbanyak

    Pemerintah: Tidak Pakai Masker Jadi Faktor Penyumbang Kasus Positif Covid-19 Terbanyak

    Nasional
    UPDATE 11 Juli: Pemerintah Telah Periksa 1.038.988 Spesimen Covid-19

    UPDATE 11 Juli: Pemerintah Telah Periksa 1.038.988 Spesimen Covid-19

    Nasional
    1.671 Kasus Baru Covid-19 dari 28 Provinsi, Jatim Terbanyak dengan 409

    1.671 Kasus Baru Covid-19 dari 28 Provinsi, Jatim Terbanyak dengan 409

    Nasional
    UPDATE 11 Juli: ODP Covid-19 Sebanyak 34.887 Orang, PDP 13.752 Orang

    UPDATE 11 Juli: ODP Covid-19 Sebanyak 34.887 Orang, PDP 13.752 Orang

    Nasional
    UPDATE: 1.190 Pasien Sembuh Covid-19, Rekor Terbanyak Sejak 2 Maret 2020

    UPDATE: 1.190 Pasien Sembuh Covid-19, Rekor Terbanyak Sejak 2 Maret 2020

    Nasional
    UPDATE 11 Juli: Tambah 66, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 3.535 Orang

    UPDATE 11 Juli: Tambah 66, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 3.535 Orang

    Nasional
    UPDATE 11 Juli: Bertambah 1.190, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 34.719 Orang

    UPDATE 11 Juli: Bertambah 1.190, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 34.719 Orang

    Nasional
    UPDATE: Kini Ada 74.018 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 1.671

    UPDATE: Kini Ada 74.018 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 1.671

    Nasional
    Anggota Komisi IX DPR: Gratiskan Rapid Test Covid-19 untuk Warga Tidak Mampu

    Anggota Komisi IX DPR: Gratiskan Rapid Test Covid-19 untuk Warga Tidak Mampu

    Nasional
    Penyintas Covid-19: Jangan Takut Cek Kesehatan jika Merasakan Gejala Terpapar Corona

    Penyintas Covid-19: Jangan Takut Cek Kesehatan jika Merasakan Gejala Terpapar Corona

    Nasional
    Kemenkumham Diminta Tak Larut Dalam Glorifikasi Keberhasilan Ekstradisi Maria Lumowa

    Kemenkumham Diminta Tak Larut Dalam Glorifikasi Keberhasilan Ekstradisi Maria Lumowa

    Nasional
    Masyarakat Diminta Tidak Bicara Keras demi Cegah Penularan Covid-19

    Masyarakat Diminta Tidak Bicara Keras demi Cegah Penularan Covid-19

    Nasional
    Pilkada Digelar Desember, Ma'ruf Amin Harap Tak Akibatkan Gelombang Kedua Covid-19

    Pilkada Digelar Desember, Ma'ruf Amin Harap Tak Akibatkan Gelombang Kedua Covid-19

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X