Pendukung Ba'asyir Bubar dengan Tertib

Kompas.com - 16/06/2011, 14:07 WIB
EditorInggried

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan massa pendukung terdakwa kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir membubarkan diri dengan tertib seusai mendengarkan putusan vonis majelis hakim, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2011). Setelah menjalani proses persidangan kurang lebih selama lima jam, Ba'asyir akhirnya divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim karena terbukti menjadi auktor intektualis dalam pelatihan bersenjata api di Pegunungan Jalin Jantho di Aceh Besar pada Februari 2010.

"Kita lanjutkan perjuangan ini, melalui perjuangan seluruh umat JAT. Kita minta kepada seluruh umat Islam lainnya yang simpati dengan Abu Bakar Ba'asyir, tolonglah jangan mudah memprovokasi umat islam. Kita harus menyatu dalam bangunan kokoh Islam," ujar Direktur Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Media Center, Sonhadi di halaman depan PN Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2011).

Dilanjutkan Sonhadi, pihaknya berjanji tidak akan melakukan tindakan-tindakan anarkis seusai jalannya persidangan ini. "Tindakan-tindakan kita tidak akan terpengaruh dengan provokasi-provokasi selama ini. Kita tidak akan bisa dipecah belah dengan unsur-unsur negatif," tambahnya.

Pantauan Kompas.com, ratusan pendukung Ba'asyir saat ini sudah keluar dari area Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Sambil berjalan keluar area pengadilan, mereka meneriakan takbir sebagai dukungan kepada Ba'asyir.

Vonis yang diterima Ba'asyir jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa yang mengajukan hukuman penjara seumur hidup. Dalam berkas putusannya, hakim menilai, hakim menilai Ba'asyir terbukti menghasut untuk melakukan perbuatan teror. Hasutan itu diwujudkan para peserta pelatihan dengan melakukan penyerangan dengan senjata api kepada polisi dan fasilitas umum. Penyerangan itu, menurut hakim, telah menimbulkan suasana teror di masyarakat.

Dalam pertimbangan putusan, hal yang memberatkan yakni perbuatan Ba'asyir tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan terorisme. Selain itu, Ba'asyir pernah dihukum. Adapun hal yang meringankan yakni Ba'asyir berlaku sopan selama persidangan dan telah lanjut usia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X