Jalan Memupus Radikalisme

Kompas.com - 09/05/2011, 09:24 WIB
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Perang melawan jaringan terorisme internasional kini memasuki babak baru. Terbunuhnya pucuk pimpinan Al Qaeda, Osama bin Laden, seolah memberikan harapan baru bagi masyarakat bahwa jaringan terorisme bukanlah hal yang mustahil untuk dibasmi.

Survei opini publik menunjukkan, meski tidak mendukung aksi-aksi teror yang kerap dilakukan Osama, sebagian besar responden juga tidak menyetujui langkah Amerika Serikat membunuh pucuk pimpinan Al Qaeda itu di Pakistan. Mayoritas responden berpendapat terbunuhnya Osama dikhawatirkan akan meningkatkan aksi teror balas dendam di seluruh dunia.

Berbagai aksi teror Osama melalui jejaring Al Qaeda satu dekade ini seolah menjadi mitos perlawanan dunia Islam terhadap dunia Barat. Terkait dengan sejumlah peledakan bom di Indonesia, Osama menjadi wacana perdebatan publik di Indonesia. 

Keyakinan publik terbelah. Sekitar 42,5 persen meyakini bahwa pelaku pengeboman di Indonesia terkait dengan gerakan Osama dan Al Qaeda. Makin tinggi tingkat pendidikan responden cenderung semakin meyakini. Namun, tidak sedikit yang menyangsikan. Sebanyak 33,5 persen lainnya mengaku... (Selengkapnya baca Harian Kompas, Senin 9 Mei 2011, halaman 5)

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X