Bom Serpong Sempat Meledak - Kompas.com

Bom Serpong Sempat Meledak

Kompas.com - 22/04/2011, 18:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Paket bom yang diletakkan di gorong-gorong jalur pipa gas PGN yang terdapat di sekitar Gereja Christ Cathedral, Serpong, Tangerang, Banten ternyata sempat meledak. Namun, ledakan tersebut berasal dari paket bom berukuran kecil sehingga tidak berpengaruh pada rangkaian bom lainnya.

"Ya, memang ada bom dalam ukuran kecil sempat meledak. Yang mendengar (ledakan) saat itu satpam gereja," ungkap Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (22/4/2011).

Boy menambahkan, bom tersebut meledak pada Rabu (20/4/2011) malam, sehari sebelum tim Densus 88 menemukan rangkaian bom lainnya pada Kamis (21/4/2011) pagi. "Setelah rangkaian lain ditemukan, satpam itu baru ngeh kalau kemarin dia mendengar ledakan," tutur Boy.

Bom berukuran kecil ini adalah salah satu dari rangkaian bom yang ditemukan Densus 88 saat melakukan penyisiran di wilayah Gereja Christ Cathedral. Dalam penyisiran tersebut, Densus 88 menemukan 40 plastik berisi karbit. Dari 40 plastik tersebut, tiga diantaranya terdapat detonator dan timer. Selain itu, ditemukan juga 5 buah tas ransel yang di dalamnya berisi pipa alumunium sebesar tabung gas.

Sementara itu, Polri telah menetapkan 19 orang tersangka terkait kasus bom buku, bom bunuh diri di Cirebon, serta bom di Gading Serpong. Diantara 19 orang tersebut, terdapat seorang berinisial P yang diduga merupakan otak dari rangkaian teror bom tersebut.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorInggried

    Terkini Lainnya

    Dishub DKI Rencanakan Jak Lingko Mencakup Transportasi Laut

    Dishub DKI Rencanakan Jak Lingko Mencakup Transportasi Laut

    Megapolitan
    Pertanyakan Vonis Mati Terhadap Warganya, Konjen China Datangi Kejari Batam

    Pertanyakan Vonis Mati Terhadap Warganya, Konjen China Datangi Kejari Batam

    Regional
    Bawaslu Sebut Ada 563 Sengketa Pemilu Selama 2018

    Bawaslu Sebut Ada 563 Sengketa Pemilu Selama 2018

    Nasional
    Menhub Targetkan Tol Palembang-Lampung Digunakan April 2019, Waskita Keluhkan Hujan

    Menhub Targetkan Tol Palembang-Lampung Digunakan April 2019, Waskita Keluhkan Hujan

    Regional
    Badan Antariksa Rusia Janji Menolong Iron Man yang Tersesat

    Badan Antariksa Rusia Janji Menolong Iron Man yang Tersesat

    Internasional
    Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan IPDN, KPK Tetapkan Tersangka Baru

    Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan IPDN, KPK Tetapkan Tersangka Baru

    Nasional
    Lampu Rambu Pejalan Kaki di Kota Ini Pakai Siluet Elvis Presley

    Lampu Rambu Pejalan Kaki di Kota Ini Pakai Siluet Elvis Presley

    Internasional
    Setahun usai Menang Lawan ISIS, Bagaimana Kondisi Terkini Irak?

    Setahun usai Menang Lawan ISIS, Bagaimana Kondisi Terkini Irak?

    Internasional
    Jak Lingko Jadi Induk Transportasi Publik di Jakarta

    Jak Lingko Jadi Induk Transportasi Publik di Jakarta

    Megapolitan
    'Kami Ingin RUU PKS Segera Dibahas, Jangan Tunggu Setelah Pemilu'

    "Kami Ingin RUU PKS Segera Dibahas, Jangan Tunggu Setelah Pemilu"

    Regional
    [HOAKS] Jembatan Gadog di Bogor Ambruk akibat Hujan Deras

    [HOAKS] Jembatan Gadog di Bogor Ambruk akibat Hujan Deras

    Megapolitan
    Strategi Kubu Prabowo-Sandiaga Tingkatkan Elektabilitas di Jawa Tengah

    Strategi Kubu Prabowo-Sandiaga Tingkatkan Elektabilitas di Jawa Tengah

    Nasional
    JT Bakar Rumahnya Sendiri gara-gara Tunangan Menikah dengan Pria Lain

    JT Bakar Rumahnya Sendiri gara-gara Tunangan Menikah dengan Pria Lain

    Regional
    Jejalkan Cabai ke Mulut Anak Majikannya, PRT Asal Indonesia Dipenjara

    Jejalkan Cabai ke Mulut Anak Majikannya, PRT Asal Indonesia Dipenjara

    Internasional
    Kontras: Dalam Kontestasi Politik, Isu HAM Dipakai Jadi 'Gimmick' untuk Dongkrak Suara

    Kontras: Dalam Kontestasi Politik, Isu HAM Dipakai Jadi "Gimmick" untuk Dongkrak Suara

    Nasional

    Close Ads X