SBY: Bubarkan Ormas Perusuh

Kompas.com - 10/02/2011, 03:19 WIB
Editor

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menambahkan, organisasi masyarakat yang terbukti melakukan kekerasan harus dibubarkan. Namun, tentu harus ada fakta dan bukti, baru bisa diambil tindakan. ”Yang punya fakta itu petugas di lapangan,” katanya di Jakarta, Rabu.

Tanpa fakta dan bukti, menurut Gamawan, organisasi tak bisa dibubarkan begitu saja.

Ketua Setara Institute Hendardi mengingatkan, pemerintah tidak bisa membubarkan organisasi massa. Hal itu tak sejalan dengan prinsip kebebasan berekspresi. Yang bisa dilakukan pemerintah adalah memeriksa pimpinan organisasi massa yang mengusung aspirasi intoleran dan aktif melakukan kekerasan.

Delapan tersangka

Dari Temanggung dilaporkan, sehari setelah amuk massa yang terjadi di pusat kota Temanggung, Kepolisian Daerah Jawa Tengah menetapkan delapan tersangka dalam kerusuhan yang terjadi Selasa. ”Kami terus menyelidiki, mencari tahu apakah gerakan kerusuhan ini dilakukan massa yang dikoordinasi secara sistematis atau spontanitas belaka,” ujar Kepala Polda Jateng Inspektur Jenderal Edward Aritonang, Rabu di Temanggung.

Delapan tersangka yang kini diamankan di Polda Jateng adalah NHY, AS, SD, MY, SF, AK, AZ, dan SM yang semuanya merupakan warga Temanggung. ”Tersangka terbukti sebagai pelaku perusakan dan juga terlibat dalam mempersiapkan kerusuhan,” ujar Edward. Delapan tersangka dinilai melakukan tindak pidana perusakan secara bersama-sama.

Kendati amuk massa berakhir, tiga gereja yang dirusak, yakni Gereja Pantekosta di Indonesia, Gereja Bethel Indonesia, dan Gereja Santo Petrus dan Paulus, hingga Rabu masih dijaga aparat Polri dan TNI. Namun, aktivitas di kompleks gereja berangsur-angsur normal.

Di Jakarta, Rabu, Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo mengakui, ada pihak yang menggerakkan massa dari luar Temanggung untuk berkumpul di depan Pengadilan Negeri Temanggung, Selasa, saat vonis untuk Antonius Richmond Bawengan yang didakwa melakukan penistaan agama diputuskan. ”Dari hasil pemeriksaan terhadap seorang tersangka, yang berkumpul di sekitar Pengadilan Negeri Temanggung bukan hanya dari Temanggung,” kata Timur seusai menyampaikan laporan kepada Wakil Presiden Boediono. Polri masih menyelidiki kasus di Temanggung itu.

Semalam, Komisi VIII DPR menggelar rapat kerja dengan Kepala Polri dan Menteri Agama Suryadharma Ali terkait kasus di Pandeglang dan Temanggung.(KOR/ANS/HRD/RZF/WHO/edn/EGI/SON/WEN/EKI/PRA/ABK/ZAL/ANO/LOK/NWO/ina/har/nta/tra)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.