3 Oknum TNI Papua Divonis 10 Bulan

Kompas.com - 24/01/2011, 10:29 WIB
EditorHeru Margianto

JAYAPURA, KOMPAS.com - Tiga oknum TNI pelaku penyiksaan warga Puncak Jaya Papua, Senin (24/1/2011), masing-masing diganjar 10 bulan, 9 bulan, dan 8 bulan. Majelis Hakim yang memimpin sidang di Pengadilan Militer III-19 Jayapura Papua menyatakan ketiganya terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah sengaja melanggar perintah dinas atau atasan.

Vonis yang dipotong masa tahanan ini lebih ringan dari tuntutan oditur militer. Terhadap vonis majelis hakim ini para terpidana yang didampingi penasehat hukum Kapten (CHK) Sony Octavianus dari Kodam XVII Cenderawasih menyatakan pikir-pikir.

Pada 20 Januari 2011 lalu, oditur militer menuntut ketiganya dengan hukuman penjara 12 bulan bagi Sersan Dua Irwan Riskianto, Wakil Komandan TNI Pos Gurage. Sementara anggotanya Prajurit Satu Thamrin Makangiri 9 bulan dan Prajurit Satu Yakson Agu 10 bulan penjara potong masa tahanan sementara.

Ketiganya merupakan anggota Batalyon Infanteri 753/Arga Vira Tama yang bertugas di Puncak Jaya. Dalam tiga sidang putusan secara berturut-turut terhadap pelaku yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Letkol (CHK) Adil Karo-karo didampingi Letkol (CHK) Afandi dan Mayor (CHK) Heri, pelaku Serda Irwan diganjar penjara 10 bulan. Pratu Thamrin 8 bulan dan Pratu Yakson 9 bulan.

Ketiganya mengaku telah melakukan tindak kekerasan itu. Penyiksaan terhadap warga sipil Telenggen Gire dan Anggen Pugukiwo pada 27 Mei 2010 lalu dilakukan di belakang Pos Gurage dan terekam dalam video yang sempat terekspos melalui situs Youtube. Pengambil gambar adalah Prajurit Dua Barno yang mengaku diperintah oleh Serda Irwan. Video ini dijuluki penyiksaan jilid kedua.  Sedangkan kasus video penyiksaan jilid pertama telah selesai disidangkan November 2010 lalu.

Jilid pertama Sekadar informasi, pada video penyiksaan jilid pertama lalu, Pengadilan Militer III-19 Jayapura pada 11 November 2010 menjatuhkan tujuh bulan penjara kepada komandan Pos Kalome, Letnan Dua (Inf) Cosmos Z. Ini lebih berat dari tuntutan empat bulan penjara oleh oditur militer.

Tiga terdakwa lainnya yakni Prajurit Kepala Syaminan Lubis, Prajurit Dua Joko Sulistyino dan Prajurit Dua Dwi Purwanto hanya dikenakan sanksi pidana 5 bulan kurungan. Ini lebih berat dari tuntutan tiga bulan penjara oleh oditur militer.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.