Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Produksi Minyak Rendah

Kompas.com - 20/12/2010, 03:22 WIB

Jakarta, Kompas - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas memperkirakan produksi migas tahun 2011 bakal jauh di bawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2011 yang dipatok 970.000 barrel per hari. Revisi target produksi itu disepakati dalam rapat kerja BP Migas pekan lalu.

Mengacu pada rencana kerja kontraktor kontrak kerja sama migas (KKKS), BP Migas mematok produksi minyak di angka 952.300 barrel per hari dan gas 7.825 miliar kaki kubik.

Adapun angka investasi yang akan masuk dalam cost recovery disepakati 13,769 miliar dollar AS, naik dari target 12,3 miliar dollar AS.

Kepala BP Migas R Priyono mengemukakan, target produksi 970.000 bph sulit dicapai karena sejumlah gangguan di lapangan minyak yang menjadi andalan.

 

Ia mencontohkan, produsen migas Kodeco sampai sekarang belum menerima perpanjangan wilayah kerja sehingga mereka mengalami ketidakpastian dalam menjalankan operasi.

Reservoir lapangan minyak yang dioperasikan Chevron Pacific Indonesia dikhawatirkan juga belum pulih setelah terjadi kebocoran pipa gas yang digunakan dalam proses injeksi uap.

 

Sementara tidak ada tambahan produksi dari lapangan-lapangan baru. Tahun depan produksi Blok Cepu diperkirakan sama dengan tahun ini.

 

 

Tidak tercapainya target produksi minyak tahun depan dikhawatirkan bakal memengaruhi pendapatan negara dari migas secara signifikan.

Direktur Penerimaan Negara Bukan Pajak Kementerian Keuangan Mudjo Suwarno mengatakan, tahun depan sudah tidak memiliki bantalan untuk menutup kekurangan penerimaan.

”Tahun ini masih ada celengan perhitungan utang antara pemerintah dan Pertamina. Tahun depan sudah tidak ada lagi yang bisa jadi bantalan, jadi harapannya ya pada produksi,” ujar Mudjo.

 

Target penerimaan migas tahun 2010 adalah Rp 215 triliun, sedangkan realisasinya sampai November sekitar Rp 170 triliun. Kementerian Keuangan memperkirakan jika produksi minyak stabil sampai akhir tahun, total penerimaan migas tahun ini sekitar Rp 211,8 triliun.

Penerimaan pas-pasan karena realisasi harga minyak mentah Indonesia tahun ini rata-rata hanya 78 dollar AS, di bawah patokan APBN Perubahan 2010 yang sebesar 80 dollar AS.

 

Pengamat migas Kurtubi menyayangkan langkah BP Migas yang menurunkan target produksi pada saat tren harga minyak terus tinggi. Optimalisasi produksi masih bisa dilakukan melalui enhanced oil recovery dan mempermudah birokrasi.

”Tahun depan harga minyak 95-100 dollar AS. Saya yakin 970.000 bph bisa dicapai asal BP Migas mau kerja keras. Jangan hanya mengawasi dari jauh. Kalau ada KKKS yang cenderung menurun produksinya, cepat koordinasi apa yang terjadi, apa yang bisa dilakukan,” ujarnya.

 

Produksi awal Blok Cepu seharusnya bisa 20.000 bph asal BP Migas ikut mengatasi kendala teknis, seperti pembebasan lahan, atau penerima minyak mentah yang akan diolah di kilang. (DOT)

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com