Riwayat Hidup KH Idham Chalid - Kompas.com

Riwayat Hidup KH Idham Chalid

Kompas.com - 11/07/2010, 10:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Idham Chalid lahir pada tanggal 27 Agustus 1922 di Setui, dekat Kecamatan Kotabaru, bagian tenggara Kalimantan Selatan, dan merupakan anak sulung dari lima bersaudara. Ayahnya H Muhammad Chalid, penghulu asal Amuntai, Hulu Sungai Tengah, sekitar 200 kilometer dari Banjarmasin.       Saat usia Idham enam tahun, keluarganya hijrah ke Amuntai dan tinggal di daerah Tangga Ulin, kampung halaman leluhur ayahnya.       Selain tercatat sebagai salah satu tokoh besar bangsa ini pada zaman Orde Lama maupun Orde Baru, sebagian besar kiprah Idham dihabiskan di lingkungan Nahdlatul Ulama.       Idham tercatat sebagai tokoh paling muda sekaligus paling lama memimpin ormas Islam yang didirikan para ulama pada tahun 1926 tersebut.       Dalam ormas berlogo bola dunia dan bintang sembilan itu, Idham menapaki karier yang sangat cemerlang hingga menjadi pucuk pimpinan. Dalam usia 34 tahun, Idham dipercaya menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).       Jabatan tersebut diembannya selama 28 tahun, yaitu hingga tahun 1984. Pada tahun 1984, posisi Idham di PBNU digantikan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang ditandai dengan fase Khittah 1926 atau NU kembali menegaskan diri sebagai ormas yang tidak terlibat politik praktis serta tidak berafiliasi terhadap partai mana pun.       Selain itu, Idham juga tercatat sebagai "Bapak" pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP).       Setelah tidak berkiprah di panggung politik praktis yang telah membesarkan namanya, waktu Idham dihabiskan bersama keluarga dengan mengelola Pesantren Daarul Maarif di bilangan Cipete.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorIgnatius Sawabi

    Terkini Lainnya

    Lebih Dekat dengan Aiptu Jailani, Polisi yang Membimbing  Wisely Lolos Tes SIM

    Lebih Dekat dengan Aiptu Jailani, Polisi yang Membimbing Wisely Lolos Tes SIM

    Regional
    Ridwan Kamil Imbau Kepala Daerah Laporkan Kerusakan Infrastruktur akibat Bencana

    Ridwan Kamil Imbau Kepala Daerah Laporkan Kerusakan Infrastruktur akibat Bencana

    Regional
    Ditargetkan Rampung Desember, Ini Fungsi Tanggul NCICD di Marunda

    Ditargetkan Rampung Desember, Ini Fungsi Tanggul NCICD di Marunda

    Megapolitan
    Lagi, Satu Pelaku Perampok Sofyan Menyerahkan Diri karena Takut Ditembak

    Lagi, Satu Pelaku Perampok Sofyan Menyerahkan Diri karena Takut Ditembak

    Regional
    Tunggu 'Skybridge' Jadi, PKL Jalan Jatibaru Raya Terus Ditertibkan

    Tunggu "Skybridge" Jadi, PKL Jalan Jatibaru Raya Terus Ditertibkan

    Megapolitan
    Menurut Idrus, Keterangan Kotjo Buktikan Dirinya Tak Terlibat Kasus Suap

    Menurut Idrus, Keterangan Kotjo Buktikan Dirinya Tak Terlibat Kasus Suap

    Nasional
    Jokowi Minta Samudera Hindia dan Pasifik Tak Lagi Jadi Rebutan

    Jokowi Minta Samudera Hindia dan Pasifik Tak Lagi Jadi Rebutan

    Nasional
    Fakta Penting Kasus Baiq Nuril, Penjelasan MA hingga Surat untuk Jokowi

    Fakta Penting Kasus Baiq Nuril, Penjelasan MA hingga Surat untuk Jokowi

    Regional
    Warga Sekitar PT PIM Terdampak Bau Amonia, 7 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

    Warga Sekitar PT PIM Terdampak Bau Amonia, 7 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

    Regional
    Tetangga Dengar Jeritan pada Malam Tewasnya Satu Keluarga di Bekasi

    Tetangga Dengar Jeritan pada Malam Tewasnya Satu Keluarga di Bekasi

    Megapolitan
    Aktris Porno Ini Akui Urusan dengan Trump Hancurkan Kariernya

    Aktris Porno Ini Akui Urusan dengan Trump Hancurkan Kariernya

    Internasional
    Program Kirim Buku Gratis Tetap Dilanjutkan hingga Desember

    Program Kirim Buku Gratis Tetap Dilanjutkan hingga Desember

    Nasional
    Terbukti Genosida, 2 Pemimpin Khmer Merah Ini Dipenjara Seumur Hidup

    Terbukti Genosida, 2 Pemimpin Khmer Merah Ini Dipenjara Seumur Hidup

    Internasional
    Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Dikenal Kurang Bersosialisasi

    Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Dikenal Kurang Bersosialisasi

    Megapolitan
    Gubernur DKI: Sampah Kiriman di Pintu Air Manggarai 500 Ton Tak Mungkin Selesai 2 Jam

    Gubernur DKI: Sampah Kiriman di Pintu Air Manggarai 500 Ton Tak Mungkin Selesai 2 Jam

    Megapolitan

    Close Ads X