Seniman DIY Tuntaskan Tanggung Jawab Sosial - Kompas.com

Seniman DIY Tuntaskan Tanggung Jawab Sosial

Kompas.com - 20/11/2009, 18:35 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 16 seniman Yogyakarta akan memberikan pelatihan seni gratis dalam rangkaian pameran seni visual Exposigns 25 Tahun ISI Yogyakarta. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai penuntasan tanggung jawab sosial atau CSR para seniman kepada masyarakat.

"Di samping menyumbangkan karya, pendidikan gratis bagi masyarakat merupakan salah satu sarana penuntasan tanggung jawab sosial yang banyak dipilih seniman Begitu banyak ilmu yang sebenarnya dapat ditularkan seorang seniman kepada masyarakat," tutur Ketua Pelaksana Pameran Exposigns KRMT Indro Kimpling Suseno di Yogyakarta, Jumat (20/11).

Indro mengatakan, meskipun berkarya secara individual, seniman tetap mempunyai tanggung jawab terhadap masyarakat di mana daya berkeseniannya tumbuh. Pasalnya, tanpa suasana yang mendukung dari lingkungan, daya berkesenian akan sulit berkembang.

Pelatihan seni yang berlangsung 26-30 November tersebut terdiri dari beragam jenis kesenian mulai dari seni patung, fotografi, grafis, kriya seni, dan desain komunikasi visual. Para pemateri dan pemberi pelatihan adalah seniman alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Beberapa seniman tersebut di antaranya pematung Syahrizal Koto dan Basrizal Albara serta pelukis Amir Hamzah dan Ivan Sagito.

Sebagian dari pemateri pelatihan juga turut memamerkan karyanya dalam pameran seni visual Exposigns 25 Tahun ISI Yogyakarta. Pameran yang diselenggarakan 25-30 November dalam rangka memperingati 25 tahun ISI Yogyakarta itu akan memamerkan 600 karya seniman, termasuk lukisan Affandi Pelukis dan Anaknya serta karya instalasi Entang Wiharso berjudul Comic Book Series.

Awam seni

Pelatihan seni ini justru ditujukan bagi masyarakat yang awam seni. Sasaran utama adalah generasi muda terutama pelajar dan mahasiswa. Pelatihan diharapkan dapat mendukung serta mengarahkan kreatifitas yang ada di masyarakat.

Salah satu pendaftar pelatihan Desain Komunikasi Visual dan Media Rekam Shinta Triyani (20) mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena tidak dipungut biaya. "Saya belum pernah menemui pelatihan seni yang digelar secara gratis, selama ini pelatihan seni cukup mahal biayanya," tutur mahasiswa Bahasa Perancis Universitas Negeri Yogyakarta tersebut.

Selain itu, waktu penyelenggaraan juga bertepatan dengan pada masa liburan kuliah sehingga memudahkan para mahasiswa yang berminat. Menurut Shinta, tingginya biaya dan kendala waktu masih menjadi hambatan terbesar bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengikuti pelatihan seni.


Editormade

Close Ads X