Kamar Mayat RS Polri Sukanto Diserbu Warga

Kompas.com - 08/08/2009, 16:50 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Kerumunan orang di depan kamar mayat atau Instalasi Jenazah RS Polri Pusat Sukanto, Sabtu (8/8), bertambah banyak. Kalau sebelumnya hanya puluhan jurnalis dan polisi yang berjaga-jaga, kini banyak keluarga pasien rawat inap di RS tersebut ikut-ikutan berkumpul di depan kamar mayat, tepatnya di luar garis polisi.

Garis polisi dipasang karena Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri akan datang. Jenazah korban tewas dalam penggerebekan di Temanggung juga akan dibawa ke rumah sakit ini untuk diotopsi.

Jenazah itu diperkirakan sebagai jenazah Noordin M Top, gembong teroris yang paling dicari oleh polisi. "Iya, tadi dari rumah ke sini. Sekalian lihat ibu mertua juga yang sedang dirawat," tutur Haris, warga Cibubur.

Menurut Haris, dirinya sejak dini hari sampai siang tadi terus mengikuti perkembangan berita penyerbuan Densus 88 ke sebuah rumah di Temanggung. Dari media massa pula, dirinya mengetahui bahwa jasad korban yang diduga teroris Noordin M Top itu akan dibawa ke RS Polri Sukanto.

"Saya pengen ngerti aja nanti jenazahnya dibawa kayak apa," lanjut Haris. Dia juga mengaku yakin bahwa jenazah tersebut adalah Noordin M Top setelah mendengar pernyataan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono yang mengatakan bahwa tak mungkin Densus 88 salah orang ketika proses penangkapan didesain serapi dan sebesar mungkin.

"Kalau denger pernyataan Pak Hendro, pasti bener-lah," tandas Haris. Begitu pula dengan Dinda, warga Tebet. Gadis cantik ini bersama saudaranya yang sedang menjenguk tantenya di ruang rawat inap Cenderawasih juga turut berkumpul di depan kamar mayat. Rasa penasaran mendorongnya untuk melihat kedatangan jenazah korban tewas yang diduga Noordin M Top itu.

"Penasaran saja sih, Mbak, walaupun mungkin kan enggak kelihatan betul wajahnya," ujar Dinda.

Sudah sampai Halim

Informasi yang diperoleh Kompas.com, jenazah orang yang diduga sebagai Noordin M Top itu sudah tiba di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta. Tak ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Jenazah rencananya akan dilanjutkan ke RS Polri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.