44 Tim Ikut Tour of Singkarak

Kompas.com - 19/01/2009, 17:17 WIB
Editor

 

JAKARTA, SENIN — Sebanyak 44 tim diundang mengikuti kejuaraan balap sepeda internasional Tour of Singkarak 2009 yang akan digelar 30 April-3 Mei. Balapan ini akan menempuh jarak 460 km dari Padang hingga Danau Singkarak.

"Kami mengundang 44 tim termasuk tim internasional. Nanti hanya 15 tim yang akan tampil," kata Ketua Harian PB ISSI Sofyan Ruzian seusai acara peluncuran kejuaraan itu di Jakarta, Senin (19/1).

Ia mengatakan, kejuaraan tersebut masuk kalender organisasi balap sepeda dunia (UCI). Tim yang akan diundang di antaranya dari Belanda, Jerman, dan Swiss.


Tour of Singkarak itu memiliki tingkat kesulitan yang lumayan karena jalan berliku dengan ketinggian 1.100 hingga 1.600 di atas permukaan laut.

Untuk tim dari Indonesia, menurut dia, terdiri dari tujuh tim yang teratas di Tour d’Indonesia tahun lalu.

Event ini dimulai etape 1 (Team Time Trial) di kota Padang dengan mengelilingi Gelora Imam Bonjol sejauh 4 km. Etape 2 Padang-Bukittinggi menempuh 92,3 km.

Etape 3 Bukittinggi-Sawahlunto dengan jauh 85,1 km. Etape 4 Sawahlunto-Danau Singkarak dengan jarak 90,2 km. Etape 5 Danau Singkarak-Danau Kembar-Danau Singkarak dengan jarak tempuh 188 km.

Ketua PB ISSI Phanny Tanjung dan Wali Kota Padang Fauzi Bahar hadir dalam acara peluncuran event yang memperebutkan hadiah total 60.000 dollar AS.

Wali Kota Padang Fauzi Bahar menyatakan, di kota Padang, kejuaraan internasional ini akan dimeriahkan dengan pesta rakyat Padang dan eksibisi sepeda santai (sepeda ontel).



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gibran Disarankan Tak Dulu Maju Pilkada untuk Hindari Spekulasi Publik

Gibran Disarankan Tak Dulu Maju Pilkada untuk Hindari Spekulasi Publik

Nasional
Pengamat soal Konvensi PSI: Perlu Konsisten, Biar Peserta Tak Ditipu

Pengamat soal Konvensi PSI: Perlu Konsisten, Biar Peserta Tak Ditipu

Nasional
Pilkada Tangsel, Putri Ma'ruf Amin Bangun Komunikasi dengan Semua Partai

Pilkada Tangsel, Putri Ma'ruf Amin Bangun Komunikasi dengan Semua Partai

Nasional
PKS Terus Upayakan Pembentukan Pansus Jiwasraya

PKS Terus Upayakan Pembentukan Pansus Jiwasraya

Nasional
Usai Tinjau Longsor, Wakapolri Pastikan Tindak Tambang Ilegal di Bogor

Usai Tinjau Longsor, Wakapolri Pastikan Tindak Tambang Ilegal di Bogor

Nasional
Ketua MPR Minta Penegak Hukum Pahami Kejahatan Korporasi

Ketua MPR Minta Penegak Hukum Pahami Kejahatan Korporasi

Nasional
PSI Ingin Jembatani Calon Kepala Daerah yang Tak Punya Uang

PSI Ingin Jembatani Calon Kepala Daerah yang Tak Punya Uang

Nasional
Bantah soal Dinasti Politik Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah: Saya Tak Aji Mumpung

Bantah soal Dinasti Politik Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah: Saya Tak Aji Mumpung

Nasional
Amien Rais Diminta Tak Intervensi Kongres PAN, Abdillah Toha: Bikin Ruwet

Amien Rais Diminta Tak Intervensi Kongres PAN, Abdillah Toha: Bikin Ruwet

Nasional
Senin Pekan Depan, Buruh Gelar Demo Tolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja di DPR

Senin Pekan Depan, Buruh Gelar Demo Tolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja di DPR

Nasional
Peran Pers Tionghoa dalam Pergerakan Kemerdekaan RI

Peran Pers Tionghoa dalam Pergerakan Kemerdekaan RI

Nasional
Pernyataan Jaksa Agung soal Tragedi Semanggi Dinilai Langgengkan Impunitas

Pernyataan Jaksa Agung soal Tragedi Semanggi Dinilai Langgengkan Impunitas

Nasional
Menelusuri Sejarah Awal Masuknya Masyarakat Tionghoa di Indonesia...

Menelusuri Sejarah Awal Masuknya Masyarakat Tionghoa di Indonesia...

Nasional
Putri Ma'ruf Amin Ikut Seleksi PSI untuk Pilkada Tangsel, Bawa Skema Berantas Korupsi

Putri Ma'ruf Amin Ikut Seleksi PSI untuk Pilkada Tangsel, Bawa Skema Berantas Korupsi

Nasional
Tragedi Semanggi, Ketua Komisi III Sebut DPR Tak Bisa Nyatakan Bukan Pelanggaran HAM Berat

Tragedi Semanggi, Ketua Komisi III Sebut DPR Tak Bisa Nyatakan Bukan Pelanggaran HAM Berat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X