Pemilik Toko Jamu Ilegal Jadi Terdakwa

Kompas.com - 15/11/2008, 09:09 WIB
Editor

GORONTALO, SABTU - Salah seorang pemilik toko, yang berulang kali kedapatan menjual produk-produk jamu tradisional ilegal, akhirnya resmi menjadi terdakwa, dan menjadi penghuni rumah tahanan Gorontalo. Ngo (57), demikian inisial pemilik toko jamu yang cukup terkenal di wilayah itu.

Ia didakwa tindak pidana karena menyimpan dan mengedarkan obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat, atas laporan Balai Pengawasan Obat dan Makanan Gorontalo, yang berkoordinasi dengan Balai Besar POM Manado, Sulawesi Utara. Berkas perkara Ngo bernomor polisi BP/29/VI/2008/reskrim tersebut, kini telah dilimpahkan pihak kepolisian daerah setempat, pada pihak Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo.

Kasie Pidana Kejaksaan negeri setempat, Ali Soegiono, pada sejumlah wartawan mengatakan, limpahan berkas tersebut juga disertai barang bukti, berupa ratusan bungkus produk jamu berbahan kimia obat, yang terdiri atas lima belas jenis. Dia mengatakan, atas perbuatannya itu, terdakwa Ngo dapat dikenakan pasal 82 ayat 2 huruf b, Undang-undang nomor 23 1992 tentang kesehatan, dengan hukuman penjara paling lama lima tahun, atau dikenakan denda maksimal 100 juta rupiah.

Sementara itu, Ngo kini masih diinapkan di "hotel pordeo" Gorontalo, untuk menunggu berkas perkara tersebut dilimpahkan ke Pengadilan Negeri setempat. Sidang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.