Subardi Resmi Dilantik Jadi Walikota Cirebon - Kompas.com

Subardi Resmi Dilantik Jadi Walikota Cirebon

Kompas.com - 16/04/2008, 19:34 WIB

CIREBON, RABU - Subardi secara resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan menjadi Walikota Cirebon untuk kedua kalinya, Rabu (16/4) siang. Namun, pada periode kerja 2008-2013, Subardi akan menjabat bersama Sunaryo HW sebagai Wakil Walikota Cirebon, menggantikan Agus Alwafier.

Pelantikan itu dilakukan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon, pukul 10.00 hingga pukul 11.00. Pelantikan tersebut berjalan tertib dan tidak ada gangguan. Namun, sebanyak 50 mahasiswa yang tergabung dalam GMNI, HMI, KAMMI, dan PMII berunjuk rasa persimpangan Jalan Siliwangi-Jalan Kartini, dan mendesak berorasi di depan Gedung DPRD.

Puluhan mahasiswa yang tidak diijinkan berorasi di depan Gedung DPRD, itu sempat beradu badan dengan 20 aparat kepolisian yang memblokir Jalan Siliwangi (persimpangan Jalan Siliwangi-Kartini). Meskipun demikian, tidak terjadi amukan massa atau korban di k edua belah pihak. Kita datang dengan damai, jadi ijinkan kita masuk, teriak para mahasiswa.

Tuntutan mereka kepada walikota dan wakil walikota yang dilantik adalah untuk lebih memerhatikan kepentingan rakyat Kota Cirebon, terutama dalam hal pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan kegiatan sosial masyarakat. Setidaknya sesuai dengan janji yang disampaikan saat pemilihan tiga bulan lalu. Salah satunya, merealisasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen secara proporsional dan memberikan kesehatan gratis bagi warga miskin.

Sebagian besar masyarakat berharap Subardi dan Sunaryo bisa menjalankan amanah masyarakat Kota Cirebon. Menurut Ratu Raja Arimbi Nurtina, dari Kesultanan Kanoman , terpilihnya kembali Subardi adalah hasil dari kepercayaan warga Kota Cirebon yang berharap Subardi-Sunaryo mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam hal pendidikan maupun kesehatan. Kita tahu, lima tahun tentu tidak akan cukup menyelesaikan program yang telah dibuat, maka dengan terpilih kembali semoga itu bisa dilanjutkan, ujar Ratu Arimbi.

Diketahui bahwa Subardi merupakan Walikota Cirebon pertama yang secara langsung dipilih rakyat melalui proses pemilihan umum. Sebab, walikota-walikota sebelumnya, termasuk Subardi yang menjabat periode 2003-2008, dipilih oleh anggota DPRD. Saat pemilihan kepala daerah yang dilakukan bulan Januari 2008, Subardi-Sunaryo mengungguli peroleh suara sebesar 35 persen dari pasangan Ano Sutrisno-Anwar Yasin, Agus Alwafier-Eman Suryaman, Soenoto-Suhendiwijaya, serta Bangbang Surono-Nasrudin Azis.  

 

Berlebihan

Sayangnya pelantikan tersebut terkesan berlebihan. Sebab, pengamanan polisi yang disiapkan sangat ketat, hingga menyeterilkan jalan di depan Gedung DPRD Kota Cirebon selama empat jam. Bahkan, pengamanan untuk tamu undangan yang masuk pun ketat, dengan memasang metal detector di depan pintu masuk , serta menempatkan dua petugas yang memeriksa bawaan tamu undangan.

Puluhan polisi dan pamong praja juga terlihat berjaga-jaga di sepanjang Jalan Siliwangi yang baru bisa dilewati pengguna jalan sekitar pukul 12.00. Sebelumnya, masyarakat Kota Cirebon harus berputar melalu Jalan Kapten Samadikun dan Jalan Tanda Barat (dep an Stasiun Cirebon). Diperkirakan, dana operasional yang dikeluarkan untuk prosesi pelantikan itu mencapai Rp 100 juta.

 

 

 


Editor

Terkini Lainnya

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Nasional
Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Nasional
Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Regional
'Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia'

"Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia"

Nasional
Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Nasional
Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Nasional
Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Internasional
Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Regional
KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

Nasional
Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Regional
Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Regional
Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Regional
Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Internasional
Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Nasional
3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

Regional

Close Ads X