Salin Artikel

Kuota Pena 2024 Hanya untuk 8.500 KPM, Mensos Risma Targetkan Graduasi 100.000 KPM

KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menjelaskan bahwa anggaran untuk program Pahlawan Ekonomi Nusantara (Pena) pada 2024 hanya mencakup 8.500 keluarga penerima manfaat (KPM).

Meski demikian, kata dia, Kementerian Sosial (Kemensos) memiliki target untuk meluluskan 100.000 KPM. 

Graduasi dari program Pena berarti bahwa penerima manfaat tidak lagi memerlukan bantuan sosial (bansos) karena pendapatannya sudah melebihi upah minimum kabupaten atau kota (UMK).

“Saya tidak tahu anggarannya dari mana untuk mencapai target 100.000. Target itu dicanangkan untuk memotivasi dan menyemangati teman-teman (jajaran Kemensos). Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan bantuan, dan saya berharap target tersebut dapat tercapai,” kata ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (5/4/2024).

Pernyataan tersebut disampaikan Risma saat menggelar Konferensi Pers tentang Program Pena di Kantor Kemensos, Kamis (4/4/2024).

Menurutnya, meningkatkan pendapatan masyarakat hingga bisa lulus dari program bansos bukanlah hal yang mudah karena selama ini mereka telah menerima bantuan secara rutin.

“(Hal) yang paling penting adalah mengubah mindset, dari penerima bansos menjadi pengusaha mandiri. (Meskipun memerlukan) kerja keras, hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan,” jelas Risma.

Sejak diluncurkan pada November 2022, Pena telah menyasar ribuan KPM yang sebelumnya menerima bansos, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), sembako, Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi), dan program bantuan lainnya.

Selama periode Januari-Maret 2024, program Pena telah berhasil meluluskan 11.260 KPM dari bansos.

Angka tersebut melampaui pencapaian graduasi program Pena sepanjang 2023 yang mencapai 10.073 KPM. Dengan demikian, total KPM Pena yang telah lulus dari program bansos pada periode 2023 hingga Maret 2024 mencapai 21.333 KPM.

“Meskipun mereka sudah lulus, kami tetap memantau perkembangan mereka. Bahkan, kami berusaha untuk mencegah agar pendapatan mereka tidak kembali turun di bawah upah minimum regional (UMR),” kata Risma.

Pena jadi program terobosan Kemensos

Sebelumnya, Risma menjelaskan bahwa pihaknya menghadapi kesulitan dalam mengatasi kemiskinan ekstrem dengan anggaran yang terbatas hanya Rp 450.000 per bulan.

Oleh karena itu, Kemensos melakukan terobosan dengan meluncurkan program Pena. Melalui program ini, penerima bansos diberikan bantuan modal usaha maksimal Rp 5 juta serta pendampingan.

“Tujuannya adalah agar penerima bansos dapat mandiri dan memperoleh penghasilan di atas UMK,” tutur Risma.

Upaya untuk mengatasi kemiskinan ekstrem tersebut merujuk pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Untuk diketahui, batas kemiskinan ekstrem menurut standar Bank Dunia adalah 1,9 dolar Amerika Serikat (AS) per hari per keluarga. Jika dikonversi dengan kurs saat ini sekitar Rp 15.899 per dolar AS, itu berarti sekitar Rp 1 juta per bulan.

Namun, besaran bansos di Indonesia saat ini maksimal hanya Rp 450.000 per bulan untuk setiap keluarga dengan tiga anak.

https://nasional.kompas.com/read/2024/04/05/12114711/kuota-pena-2024-hanya-untuk-8500-kpm-mensos-risma-targetkan-graduasi-100000

Terkini Lainnya

KPK: Uang Suap Kasus DJKA dari Penggelembungan Anggaran Proyek Jalur Kereta

KPK: Uang Suap Kasus DJKA dari Penggelembungan Anggaran Proyek Jalur Kereta

Nasional
Golkar Masih Bahas Pencalonan RK di Pilkada, Pantau Terus Elektabilitas

Golkar Masih Bahas Pencalonan RK di Pilkada, Pantau Terus Elektabilitas

Nasional
Tangani Aduan Kasus 'Vina Cirebon', Komnas HAM Mintai Keterangan 27 Orang Saksi Termasuk Liga Akbar

Tangani Aduan Kasus "Vina Cirebon", Komnas HAM Mintai Keterangan 27 Orang Saksi Termasuk Liga Akbar

Nasional
Judi 'Online' Mesti Diperangi Supaya Tak Mengancam 'Indonesia Emas'

Judi "Online" Mesti Diperangi Supaya Tak Mengancam "Indonesia Emas"

Nasional
Polri Klaim Bakal Tindak Tegas Anggotanya yang Terlibat Judi 'Online'

Polri Klaim Bakal Tindak Tegas Anggotanya yang Terlibat Judi "Online"

Nasional
Upaya Perangi Judi 'Online' Bisa Efektif jika Penegak Hukum Bersih

Upaya Perangi Judi "Online" Bisa Efektif jika Penegak Hukum Bersih

Nasional
KPK Diminta Selidiki Pihak yang Bantu Pelarian Harun Masiku

KPK Diminta Selidiki Pihak yang Bantu Pelarian Harun Masiku

Nasional
Pemerintah Diminta Berdayakan Keluarga Cegah Praktik Judi 'Online'

Pemerintah Diminta Berdayakan Keluarga Cegah Praktik Judi "Online"

Nasional
Menko Polhukam Sebut Transaksi Judi 'Online' di Kalangan Menengah Atas Capai Rp 40 Miliar

Menko Polhukam Sebut Transaksi Judi "Online" di Kalangan Menengah Atas Capai Rp 40 Miliar

Nasional
Wakil Ketua MPR Dapat Laporan Ada Warga Penerima Bansos Main Judi 'Online'

Wakil Ketua MPR Dapat Laporan Ada Warga Penerima Bansos Main Judi "Online"

Nasional
KPK Bantah Administrasi Penyitaan Ponsel Sekjen PDI-P Hasto Salah

KPK Bantah Administrasi Penyitaan Ponsel Sekjen PDI-P Hasto Salah

Nasional
Dorong Pembentukan Pansus Haji 2024, Timwas Haji DPR: Ini Masalah Serius

Dorong Pembentukan Pansus Haji 2024, Timwas Haji DPR: Ini Masalah Serius

Nasional
Jokowi Kumpulkan Menteri Bahas Tata Kelola Perdagangan Kratom

Jokowi Kumpulkan Menteri Bahas Tata Kelola Perdagangan Kratom

Nasional
Kemenag Alihkan Kuota Tambahan Haji Reguler untuk Haji Plus, Timwas Haji DPR: Langgar Undang-undang

Kemenag Alihkan Kuota Tambahan Haji Reguler untuk Haji Plus, Timwas Haji DPR: Langgar Undang-undang

Nasional
Kongres III Nasdem Rencananya Dibuka Jokowi dan Ditutup Prabowo pada Agustus Nanti

Kongres III Nasdem Rencananya Dibuka Jokowi dan Ditutup Prabowo pada Agustus Nanti

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke