Salin Artikel

Langkah Politik Ridwan Kamil Deklarasi Capres Dinilai Tak Merugikan, Pengamat: Jika Gagal, Bisa Maju Pilkada Dua Periode

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai langkah politik Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menyatakan diri siap maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 sebagai calon presiden (capres) tidak merugikan.

Jikalau gagal nyapres, Ridwan Kamil pun disebut langkah politiknya tetap lancar di jalur Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat (Jabar).

"Kalaupun Ridwan Kamil gagal sebagai capres maupun cawapres, dia sudah bisa menabung elektabilitas untuk bisa maju kembali di Pilkada November," kata Hendri saat dihubungi Kompas.com, Senin (31/1/2022).

Pria yang akrab disapa Hensat ini menjelaskan, Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil justru dapat naik elektabilitasnya ke depan.

Pasalnya, nama Ridwan Kamil lebih populer daripada periode sebelumnya. Hal ini karena namanya sudah berpengalaman maju sebagai calon presiden, jika kelak gagal dalam Pilpres.

Kesempatan populer itu, kata Hensat, harus diambil Ridwan sebagai langkah untuk maju dalam Pilkada 2024 yang bakal digelar November di tahun yang sama.

"Kalau dia gagal di Pilpres atau dia gagal sebagai salah satu kontestan Pilpres, namanya sudah lebih populer dari sebelumnya. Dan dia bisa maju lagi di Pilkada (Jabar), karena baru satu periode kan," terang Hensat.

Perlu diketahui, Ridwan Kamil masih dapat menjabat sebagai gubernur Jabar, jika ia maju kembali dalam Pilkada 2024 dan memenangkan kontestasi tersebut. Artinya, Ridwan dapat kembali memimpin Jawa Barat, dua periode.


Kendati demikian, Hensat tak memungkiri jika langkah politik Ridwan Kamil deklarasi capres tentu menimbulkan efek lainnya.

Ia menilai, bakal ada sejumlah masyarakat di Jawa Barat yang merasa kehilangan atau ditinggalkan Ridwan Kamil.

Hal ini karena Ridwan dinilai lebih memilih deklarasi capres, ketimbang menyelesaikan komitmen dia sebagai Gubernur Jawa Barat.

"Penerimaan warga Jawa Barat pastinya akan terbelah. Ada yang mendukung gubernurnya maju sebagai capres, tapi tentu saja ada yang merasa ditinggalkan atau dikhianati karena ternyata Ridwan Kamil tidak menyelesaikan komitmennya," tutur Hensat.

Sebelumnya diberitakan, Ridwan Kamil mengatakan, tidak akan menolak jika ada kesempatan untuk maju pada Pemilihan Presiden 2024.

Nama Ridwan Kamil atau Emil masuk bursa calon presiden 2024 sejumlah lembaga survei beberapa waktu terakhir.

"Ini karena orang nanya, wartawan tanya siap atau tidak. Kalau ada kesempatan, bismillah. Jawaban saya selalu sama," kata Emil seusai menghadiri acara pidato kebudayaan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Sabtu (29/1/2022).

Namun, Emil mengungkapkan, tidak masalah jika kesempatan bagi dirinya untuk maju sebagai capres 2024 tidak terwujud. Menurut dia, lebih realistis jika dia menjabat Gubernur Jawa Barat dua periode.

"Kalau enggak pun tidak ada masalah, dua kali Gubernur Jabar juga lebih realitis. Kira-kira begitu," ujarnya.

https://nasional.kompas.com/read/2022/01/31/12432871/langkah-politik-ridwan-kamil-deklarasi-capres-dinilai-tak-merugikan-pengamat

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Surya Paloh Kembali Bertemu Luhut, Bahas Apa?

Surya Paloh Kembali Bertemu Luhut, Bahas Apa?

Nasional
Gelar Wayang Kulit, Kapolri Harap Semakin Perkuat Persatuan Kesatuan Jelang Tahun Politik

Gelar Wayang Kulit, Kapolri Harap Semakin Perkuat Persatuan Kesatuan Jelang Tahun Politik

Nasional
Update 3 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 241 dalam Sehari, Total Jadi 6.730.778

Update 3 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 241 dalam Sehari, Total Jadi 6.730.778

Nasional
Ungkap Derita Terseret Skenario Ferdy Sambo, Chuck Putranto: Anak Diperiksa Psikis, Istri Dihina

Ungkap Derita Terseret Skenario Ferdy Sambo, Chuck Putranto: Anak Diperiksa Psikis, Istri Dihina

Nasional
KPK Tunjuk Jaksa yang Pernah Periksa Adik Ipar Jokowi Jadi Plt Direktur Penuntutan

KPK Tunjuk Jaksa yang Pernah Periksa Adik Ipar Jokowi Jadi Plt Direktur Penuntutan

Nasional
Mahfud Sebut Indeks Persepsi Korupsi Turun Bukan Penilaian ke Pemerintah Saja, tapi DPR dan Peradilan

Mahfud Sebut Indeks Persepsi Korupsi Turun Bukan Penilaian ke Pemerintah Saja, tapi DPR dan Peradilan

Nasional
Kepala Daerah Takut Diperiksa Aparat, Mendagri Disebut Masih Punya 'PR'

Kepala Daerah Takut Diperiksa Aparat, Mendagri Disebut Masih Punya "PR"

Nasional
Kepala Daerah Takut Diselidiki Aparat Diduga Dampak Mafia Peradilan

Kepala Daerah Takut Diselidiki Aparat Diduga Dampak Mafia Peradilan

Nasional
Pemerintah Diminta Tambah Subsidi Parpol dan Kampanye Cegah Kepala Daerah Korupsi

Pemerintah Diminta Tambah Subsidi Parpol dan Kampanye Cegah Kepala Daerah Korupsi

Nasional
Kekecewaan Eks Anak Buah Sambo: Loyalitas Saya Dimanfaatkan demi Kepentingan Pribadi

Kekecewaan Eks Anak Buah Sambo: Loyalitas Saya Dimanfaatkan demi Kepentingan Pribadi

Nasional
BRIN Pasuruan Disebut Bukan Tutup, tapi Dialihkan Kerjanya

BRIN Pasuruan Disebut Bukan Tutup, tapi Dialihkan Kerjanya

Nasional
Wapres Harap Dunia Pariwisata ASEAN Kembali ke Puncak Kejayaan

Wapres Harap Dunia Pariwisata ASEAN Kembali ke Puncak Kejayaan

Nasional
Kepala Daerah Takut Diperiksa Soal Dugaan Korupsi, Diduga Akibat Keliru Alur Penyelidikan

Kepala Daerah Takut Diperiksa Soal Dugaan Korupsi, Diduga Akibat Keliru Alur Penyelidikan

Nasional
KY Sebut Tak Ada Larangan Polisi Aktif Ikut Seleksi Calon Hakim Ad Hoc HAM di MA

KY Sebut Tak Ada Larangan Polisi Aktif Ikut Seleksi Calon Hakim Ad Hoc HAM di MA

Nasional
Eks Spri Ferdy Sambo: Andai Saat Itu CCTV Sudah Disita, Saya Tak Mungkin Ambil

Eks Spri Ferdy Sambo: Andai Saat Itu CCTV Sudah Disita, Saya Tak Mungkin Ambil

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.