Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Putra Sulung Jokowi soal Pengamanan Paspampres

Kompas.com - 25/02/2016, 07:07 WIB
Bayu Galih

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, selama ini jarang muncul dan berbicara secara terbuka kepada media.

Namun, dalam acara "Mata Najwa" yang ditayangkan Metro TV, Rabu (24/2/2016) malam, Gibran tampil dan berbicara banyak, termasuk kesannya sebagai anak presiden.

Selama ini, dia mengaku tidak banyak perubahan sejak bapaknya bertempat di Istana.

Perubahan mendasar hanya pada sistem protokoler. Ini berarti Gibran harus dikawal anggota Pasukan Pengamanan Presiden.

"Selama ini kan saya terbiasa sendiri, setir sendiri kerja sendiri. Terbiasa sendiri saja, terbiasa mandiri," ujar Gibran kepada pembawa acara Najwa Shihab.

Gibran mengaku, seharusnya ada tiga anggota Paspampres yang mengawal.

"Bagaimana dengan praktiknya," tanya Najwa Shihab.

"Praktiknya, ya saya usir," tutur Gibran, yang disambut tawa penonton di studio.

Namun, bukan berarti Gibran tidak peduli dengan kehadiran Paspampres. Dia kemudian bercerita saat menonton film Comic 8 di bioskop bersama keluarganya, termasuk Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana.

Gibran ternyata peduli dengan kehadiran Paspampres. Ini terlihat saat ditanya Najwa Shihab, siapa yang paling kencang tertawa saat menonton film komedi itu, Gibran pun menjawabnya dengan canda.

"Ketawanya yang paling kencang ya Paspampres," tuturnya.

Selama ini, Gibran memang jarang tampil bersama orangtuanya. Saat Jokowi melakukan kampanye Pilpres 2014, hanya Kaesang Pangarep dan Kahyang Ayu yang terlihat ikut kegiatan ayah dan ibunya.

Ketika muncul pertama kali saat diperkenalkan Jokowi, dia terlihat tanpa senyum. Bahkan, Gibran terkesan tidak nyaman, terutama saat ditanya wartawan. (Baca: Muncul Pertama Kali, Putra Sulung Jokowi Tanpa Senyum)

Selama ini, Gibran jarang tampil bersama dengan orangtuanya. Pada saat Jokowi melakukan kampanye Pilpres 2014, hanya Kaesang Pangarep dan Kahyang Ayu yang terlihat ikut kegiatan ayah dan ibunya.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggal 10 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 10 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Usul Prabowo Tambah Kementerian Diharap Bukan Politik Akomodatif

Usul Prabowo Tambah Kementerian Diharap Bukan Politik Akomodatif

Nasional
Pakar Ungkap 'Gerilya' Wacana Tambah Kementerian Cukup Gencar

Pakar Ungkap "Gerilya" Wacana Tambah Kementerian Cukup Gencar

Nasional
Daftar Kepala BIN dari Masa ke Masa, Zulkifli Lubis hingga Budi Gunawan

Daftar Kepala BIN dari Masa ke Masa, Zulkifli Lubis hingga Budi Gunawan

Nasional
Gelar Halalbihalal, MUI Gaungkan Pesan Kemanusiaan untuk Korban Genosida di Gaza

Gelar Halalbihalal, MUI Gaungkan Pesan Kemanusiaan untuk Korban Genosida di Gaza

Nasional
Perjalanan BIN 6 Kali Berganti Nama, dari Brani hingga Bakin

Perjalanan BIN 6 Kali Berganti Nama, dari Brani hingga Bakin

Nasional
'Prabowo Banyak Dikritik jika Tambah Kementerian, Baiknya Jaga Kebatinan Rakyat yang Sedang Sulit'

"Prabowo Banyak Dikritik jika Tambah Kementerian, Baiknya Jaga Kebatinan Rakyat yang Sedang Sulit"

Nasional
Pengamat Nilai Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres Jadi Motivasi Kandidat Pilkada Berbuat Curang

Pengamat Nilai Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres Jadi Motivasi Kandidat Pilkada Berbuat Curang

Nasional
PPP Papua Tengah Klaim Pegang Bukti Kehilangan 190.000 Suara pada Pileg 2024

PPP Papua Tengah Klaim Pegang Bukti Kehilangan 190.000 Suara pada Pileg 2024

Nasional
Koarmada II Kerahkan 9 Kapal Perang untuk Latihan Operasi Laut Gabungan 2024, Termasuk KRI Alugoro

Koarmada II Kerahkan 9 Kapal Perang untuk Latihan Operasi Laut Gabungan 2024, Termasuk KRI Alugoro

Nasional
Kandidat Versus Kotak Kosong pada Pilkada 2024 Diperkirakan Bertambah

Kandidat Versus Kotak Kosong pada Pilkada 2024 Diperkirakan Bertambah

Nasional
Rencana Prabowo Bentuk 41 Kementerian Dinilai Pemborosan Uang Negara

Rencana Prabowo Bentuk 41 Kementerian Dinilai Pemborosan Uang Negara

Nasional
Di MIKTA Speakers’ Consultation Ke-10, Puan Suarakan Urgensi Gencatan Senjata di Gaza

Di MIKTA Speakers’ Consultation Ke-10, Puan Suarakan Urgensi Gencatan Senjata di Gaza

Nasional
KPK Sebut Kasus Gus Muhdlor Lambat Karena OTT Tidak Sempurna

KPK Sebut Kasus Gus Muhdlor Lambat Karena OTT Tidak Sempurna

Nasional
TNI AL Ketambahan 2 Kapal Patroli Cepat, KRI Butana-878 dan KRI Selar-879

TNI AL Ketambahan 2 Kapal Patroli Cepat, KRI Butana-878 dan KRI Selar-879

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com