Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemuka Agama Minta Media Tak Perkeruh Suasana

Kompas.com - 10/07/2014, 15:37 WIB
Sabrina Asril

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Tokoh lintas agama meminta media massa dan lembaga survei untuk tidak memperkeruh suasana pasca-Pemilu Presiden 2014. Media massa diminta tetap menjalankan fungsinya sebagai pilar keempat demokrasi yang bisa memberikan pendidikan dan pencerahan.

"Meminta media massa, lembaga-lembaga survei, serta pengguna media sosial agar tidak memperkeruh suasana dan berusaha menciptakan situasi yang kondusif," ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin saat membacakan pernyataan bersama tokoh lintas agama di PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (10/7/2014).

Selain Din, para tokoh lintas agama itu, di antaranya, Slamet Effendi Yusuf (Nahdlatul Ulama/Majelis Ulama Indonesia), Andreas A Yewangoe (Persekutuan Gereja-gereja Indonesia), Rusli Tan (Perwakilan Umat Buddha Indonesia), Nyoman Udayana Sangging (Parisada Hindu Dharma Indonesia), dan Frans Magnis Suseno (Sekolah Tinggi Filsafat Driyakarya).

Pernyataan sikap tokoh lintas agama ini terkait dengan aksi saling klaim kemenangan dan perbedaan hasil hitung cepat beberapa lembaga survei.

Din menuturkan, peran media massa bisa untuk mengawal transisi pemerintahan yang demokratis, aman, serta damai.

Tokoh Katolik Franz Magnis Suseno juga berharap bangsa Indonesia bisa menerima apa pun keputusan Komisi Pemilihan Umum pada 22 Juli 2014. Setelah pengumuman KPU itu, Franz mengingatkan bahwa presiden terpilih itu adalah presiden bangsa Indonesia.

"Presiden itu presiden kita semua. Perbedaan dalam memilih tidak mengubah kedudukan kita sebagai warga bangsa yang ingin membangun bangsa ini. Kita harus bersama-sama bisa membangun masa depan yang lebih baik," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Halal Bihalal, Ganjar-Mahfud dan Elite TPN Kumpul di Posko Teuku Umar

Halal Bihalal, Ganjar-Mahfud dan Elite TPN Kumpul di Posko Teuku Umar

Nasional
Pro-Kontra 'Presidential Club', Gagasan Prabowo yang Dinilai Cemerlang, tapi Tumpang Tindih

Pro-Kontra "Presidential Club", Gagasan Prabowo yang Dinilai Cemerlang, tapi Tumpang Tindih

Nasional
Evaluasi Mudik, Pembayaran Tol Nirsentuh Disiapkan untuk Hindari Kemacetan

Evaluasi Mudik, Pembayaran Tol Nirsentuh Disiapkan untuk Hindari Kemacetan

Nasional
Polri: Fredy Pratama Masih Gencar Suplai Bahan Narkoba Karena Kehabisan Modal

Polri: Fredy Pratama Masih Gencar Suplai Bahan Narkoba Karena Kehabisan Modal

Nasional
SYL Ungkit Kementan Dapat Penghargaan dari KPK Empat Kali di Depan Hakim

SYL Ungkit Kementan Dapat Penghargaan dari KPK Empat Kali di Depan Hakim

Nasional
Saksi Mengaku Pernah Ditagih Uang Pembelian Senjata oleh Ajudan SYL

Saksi Mengaku Pernah Ditagih Uang Pembelian Senjata oleh Ajudan SYL

Nasional
Polri Sita Aset Senilai Rp 432,2 Miliar Milik Gembong Narkoba Fredy Pratama

Polri Sita Aset Senilai Rp 432,2 Miliar Milik Gembong Narkoba Fredy Pratama

Nasional
Pesawat Super Hercules Kelima Pesanan Indonesia Dijadwalkan Tiba di Indonesia 17 Mei 2024

Pesawat Super Hercules Kelima Pesanan Indonesia Dijadwalkan Tiba di Indonesia 17 Mei 2024

Nasional
Daftar Sementara Negara Peserta Super Garuda Shield 2024, dari Amerika hingga Belanda

Daftar Sementara Negara Peserta Super Garuda Shield 2024, dari Amerika hingga Belanda

Nasional
Profil Haerul Amri, Legislator Fraksi Nasdem yang Meninggal Ketika Kunker di Palembang

Profil Haerul Amri, Legislator Fraksi Nasdem yang Meninggal Ketika Kunker di Palembang

Nasional
Demokrat Minta Golkar, Gerindra, PAN Sepakati Usung Khofifah-Emil Dardak di Pilkada Jatim 2024

Demokrat Minta Golkar, Gerindra, PAN Sepakati Usung Khofifah-Emil Dardak di Pilkada Jatim 2024

Nasional
SYL Beli Lukisan Sujiwo Tejo Rp 200 Juta Pakai Uang Hasil Memeras Anak Buah

SYL Beli Lukisan Sujiwo Tejo Rp 200 Juta Pakai Uang Hasil Memeras Anak Buah

Nasional
Anggota Komisi X DPR Haerul Amri Meninggal Saat Kunjungan Kerja

Anggota Komisi X DPR Haerul Amri Meninggal Saat Kunjungan Kerja

Nasional
Polri Desak Kepolisian Thailand Serahkan Fredy Pratama ke Indonesia Jika Tertangkap

Polri Desak Kepolisian Thailand Serahkan Fredy Pratama ke Indonesia Jika Tertangkap

Nasional
Jokowi Sebut 3 Hal yang Ditakuti Dunia, Wamenkeu Beri Penjelasan

Jokowi Sebut 3 Hal yang Ditakuti Dunia, Wamenkeu Beri Penjelasan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com