Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kompolnas: Polisi Tidak Salah Tangkap Teroris

Kompas.com - 31/07/2013, 21:43 WIB
Ihsanuddin

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi Kepolisian Nasional M Nasser menilai bahwa penangkapan dua terduga teroris, Sapari (49) dan Mugi Hartanto (39), yang kemudian dibebaskan karena tidak terbukti bersalah, bukanlah kasus salah tangkap.

"Itu bukan salah tangkap, justru polisi teliti sehingga mereka berdua akhirnya dapat dibebaskan," kata Nasser seusai acara seminar pemaparan hasil penelitian Kompolnas di Jakarta, Rabu (31/7/2013).

Lebih jauh Nasser menjelaskan bahwa waktu 7 x 24 jam yang digunakan oleh kepolisian untuk memeriksa dua terduga teroris tersebut adalah wajar. Menurut dia, hal itu sudah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Terorisme.

"Waktu 7 x 24 itu waktu yang normal untuk melakukan pemeriksaan. Tidak lama. Itu kan di undang-undang juga memang diatur demikian," ujar Nasser.

Kedua terduga teroris yang telah dibebaskan tersebut, menurut Nasser, juga tidak menuntut banyak. Mereka hanya meminta agar nama baik mereka yang telah rusak dikembalikan seperti semula.

"Mereka hanya minta nama baik mereka yang sempat tercemar dikembalikan seperti semula dan, walau tanpa diminta pun, itu memang kewajiban kepolisian untuk melakukan itu," ujarnya.

Sebelumnya, dua terduga teroris, Sapari dan Mugi, dibebaskan oleh Densus 88 setelah ditangkap saat penggerebekan di Tulungagung, Jawa Timur, pada Senin pekan lalu. Keduanya dipulangkan lantaran tidak terbukti bersalah setelah menjalani pemeriksaan selama sepekan di Polda Jawa Timur.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Halal Bihalal, Ganjar-Mahfud dan Elite TPN Kumpul di Posko Teuku Umar

Halal Bihalal, Ganjar-Mahfud dan Elite TPN Kumpul di Posko Teuku Umar

Nasional
Pro-Kontra 'Presidential Club', Gagasan Prabowo yang Dinilai Cemerlang, tapi Tumpang Tindih

Pro-Kontra "Presidential Club", Gagasan Prabowo yang Dinilai Cemerlang, tapi Tumpang Tindih

Nasional
Evaluasi Mudik, Pembayaran Tol Nirsentuh Disiapkan untuk Hindari Kemacetan

Evaluasi Mudik, Pembayaran Tol Nirsentuh Disiapkan untuk Hindari Kemacetan

Nasional
Polri: Fredy Pratama Masih Gencar Suplai Bahan Narkoba Karena Kehabisan Modal

Polri: Fredy Pratama Masih Gencar Suplai Bahan Narkoba Karena Kehabisan Modal

Nasional
SYL Ungkit Kementan Dapat Penghargaan dari KPK Empat Kali di Depan Hakim

SYL Ungkit Kementan Dapat Penghargaan dari KPK Empat Kali di Depan Hakim

Nasional
Saksi Mengaku Pernah Ditagih Uang Pembelian Senjata oleh Ajudan SYL

Saksi Mengaku Pernah Ditagih Uang Pembelian Senjata oleh Ajudan SYL

Nasional
Polri Sita Aset Senilai Rp 432,2 Miliar Milik Gembong Narkoba Fredy Pratama

Polri Sita Aset Senilai Rp 432,2 Miliar Milik Gembong Narkoba Fredy Pratama

Nasional
Pesawat Super Hercules Kelima Pesanan Indonesia Dijadwalkan Tiba di Indonesia 17 Mei 2024

Pesawat Super Hercules Kelima Pesanan Indonesia Dijadwalkan Tiba di Indonesia 17 Mei 2024

Nasional
Daftar Sementara Negara Peserta Super Garuda Shield 2024, dari Amerika hingga Belanda

Daftar Sementara Negara Peserta Super Garuda Shield 2024, dari Amerika hingga Belanda

Nasional
Profil Haerul Amri, Legislator Fraksi Nasdem yang Meninggal Ketika Kunker di Palembang

Profil Haerul Amri, Legislator Fraksi Nasdem yang Meninggal Ketika Kunker di Palembang

Nasional
Demokrat Minta Golkar, Gerindra, PAN Sepakati Usung Khofifah-Emil Dardak di Pilkada Jatim 2024

Demokrat Minta Golkar, Gerindra, PAN Sepakati Usung Khofifah-Emil Dardak di Pilkada Jatim 2024

Nasional
SYL Beli Lukisan Sujiwo Tejo Rp 200 Juta Pakai Uang Hasil Memeras Anak Buah

SYL Beli Lukisan Sujiwo Tejo Rp 200 Juta Pakai Uang Hasil Memeras Anak Buah

Nasional
Anggota Komisi X DPR Haerul Amri Meninggal Saat Kunjungan Kerja

Anggota Komisi X DPR Haerul Amri Meninggal Saat Kunjungan Kerja

Nasional
Polri Desak Kepolisian Thailand Serahkan Fredy Pratama ke Indonesia Jika Tertangkap

Polri Desak Kepolisian Thailand Serahkan Fredy Pratama ke Indonesia Jika Tertangkap

Nasional
Jokowi Sebut 3 Hal yang Ditakuti Dunia, Wamenkeu Beri Penjelasan

Jokowi Sebut 3 Hal yang Ditakuti Dunia, Wamenkeu Beri Penjelasan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com