Pagi Ini, Jokowi Luncurkan Program Bantuan Pangan Non Tunai - Kompas.com

Pagi Ini, Jokowi Luncurkan Program Bantuan Pangan Non Tunai

Kompas.com - 23/02/2017, 09:19 WIB
KOMPAS.com / YOHANES KURNIA IRAWAN Presiden Joko Widodo meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu (21/12/2016). PLBN ini memiliki luas lahan 8,8 hektar dan luas bangunan 7.612 meter persegi. Zona intinya terdiri dari bangunan utama, klinik, dan gudang sita.


JAKARTA, KOMPAS.com -- Presiden Joko Widodo akan meluncurkan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi  1.286.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Indonesia.

Total KPM itu berada di 44 kota yang terdiri dari 7 kota di Sumatera, 34 kota di Jawa dan 3 kota di wilayah timur Indonesia.

Sebagai simbolisasi, Presiden Jokowi menyalurkan program tersebut di GOR Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (23/2/2016) pagi. Rencananya, acara akan dimulai pukul 09.00 WIB.

Apa Itu BPNT?

BPNT merupakan skema baru subsidi beras. Jika sebelumnya beras disalurkan langsung ke seluruh warga miskin, kini warga miskin yang sudah didata masuk ke dalam Program Keluarga Harapan (PKH) atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan kartu elektronik "Kombo" untuk membelanjakan beras dengan harga yang murah.

Tidak hanya beras, kartu "Kombo" juga dapat digunakan untuk membeli bahan pangan lain, misalnya minyak goreng, telur, tepung dan bahan pokok lainnya.

Namun, KPM hanya dapat membeli bahan pangan di tempat khusus bernama elektronik warung gotong royong (e-warong).

E-warong sendiri adalah agen bank, pedagang dan pihak lain yang bekerjasama dengan bank pemerintah yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara), yakni BNI, BRI, Bank Mandiri dan BTN. Selain itu, tempat penggunaan e-warong juga telah melalui tahap verifikasi.

E-warong dipastikan sudah tersebar di 44 kota tempat penyaluran program ini sehingga mudah diakses oleh KPM.

Skema serupa diyakini lebih efektif serta dijamin akan menambah tingkat nutrisi sesuai dengan apa yang dibutuhkan sebuah keluarga.

Pemerintah menargetkan, penerima KPM pada 2018 mencapai 10 juta KPM.

Siti Baniah (37), adalah salah satu warga yang menerima Kartu Kombo yang diluncurkan Presiden, Rabu pagi. Ia mengaku bersyukur bisa mendapatkan kartu tersebut.

"Mudah-mudahan pakainya enggak sulit," ujar ibu dari tiga anak tersebut.


EditorSabrina Asril
Komentar

Close Ads X