Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menurut Junimart, Busyro Seharusnya Gugur jika Tak Hadiri Panggilan Tes Komisi III

Kompas.com - 15/12/2015, 11:44 WIB
Dani Prabowo

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi III DPR Junimart Girsang menilai, calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang tidak hadir pada saat fit and proper test layak untuk digugurkan meskipun calon tersebut telah menjalani tes itu sebelumnya.

"Kan sudah diundang, seharusnya datang dong," kata Junimart di Kompleks Parlemen, Selasa (15/12/2015).

Capim KPK Busyro Muqoddas sebelumnya menyatakan tidak akan hadir saat uji kelayakan dan kepatutan terhadap dirinya yang dijadwalkan pada Rabu (16/12/2015). Ia beralasan telah menjalani tes itu pada tahun lalu.

Komisi III DPR tetap memasukkan nama Busyro dan Robby Arya Brata di dalam jadwal uji kelayakan dan kepatutan yang telah dimulai sejak Senin (14/12/2015).

Total ada 10 capim KPK yang akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan. (Baca: Junimart Terima Banyak SMS Minta Pilih Busyro-Johan Budi Jadi Pimpinan KPK)

"Kalau saya yang mengatakan, seharusnya gugur (capim yang tidak datang uji kelayakan dan kepatutan). Tetapi, nanti akan dirapatkan di internal keputusannya bagaimana," kata Junimart.

Sebelumnya Busyro menegaskan, dirinya tidak akan hadir saat uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR. Ia mengaku tak peduli jika hal tersebut membuatnya gugur dalam seleksi capim KPK. (Baca: Busyro: Kalau DPR Mau Gugurkan Saya, Terserah Mereka)

"Karena saya enggak hadir dianggap mengundurkan diri. Kalau mau bermain dengan anggapan, mau menggugurkan, ya terserah mereka," ujar Busyro.

Busyro mengatakan, pengunduran diri hanya sah jika disampaikan lewat surat resmi darinya. Busyro menegaskan bahwa dirinya tidak berencana untuk mundur dari seleksi ini.

Busyro mengaku belum menerima undangan untuk menjalani tes di Komisi III. Lagi pula, kalaupun ia menerima undangan, Busyro tidak akan datang karena telah menjalani tahap ini setahun yang lalu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sebut Jokowi Kader 'Mbalelo', Politikus PDI-P: Biasanya Dikucilkan

Sebut Jokowi Kader "Mbalelo", Politikus PDI-P: Biasanya Dikucilkan

Nasional
[POPULER NASIONAL] PDI-P Harap Putusan PTUN Buat Prabowo-Gibran Tak Bisa Dilantik | Menteri 'Triumvirat' Prabowo Diprediksi Bukan dari Parpol

[POPULER NASIONAL] PDI-P Harap Putusan PTUN Buat Prabowo-Gibran Tak Bisa Dilantik | Menteri "Triumvirat" Prabowo Diprediksi Bukan dari Parpol

Nasional
Tanggal 5 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 5 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Sempat Berkelakar Hanif Dhakiri Jadi Menteri, Muhaimin Bilang Belum Ada Pembicaraan dengan Prabowo

Sempat Berkelakar Hanif Dhakiri Jadi Menteri, Muhaimin Bilang Belum Ada Pembicaraan dengan Prabowo

Nasional
PKS Janji Fokus Jika Gabung ke Prabowo atau Jadi Oposisi

PKS Janji Fokus Jika Gabung ke Prabowo atau Jadi Oposisi

Nasional
Gerindra Ungkap Ajakan Prabowo Buat Membangun Bangsa, Bukan Ramai-ramai Masuk Pemerintahan

Gerindra Ungkap Ajakan Prabowo Buat Membangun Bangsa, Bukan Ramai-ramai Masuk Pemerintahan

Nasional
PKB Terima Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah Kalimantan, Salah Satunya Isran Noor

PKB Terima Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah Kalimantan, Salah Satunya Isran Noor

Nasional
ICW Sebut Alasan Nurul Ghufron Absen di Sidang Etik Dewas KPK Tak Bisa Diterima

ICW Sebut Alasan Nurul Ghufron Absen di Sidang Etik Dewas KPK Tak Bisa Diterima

Nasional
Nasdem Kaji Duet Anies-Sahroni di Pilkada Jakarta

Nasdem Kaji Duet Anies-Sahroni di Pilkada Jakarta

Nasional
PDI-P Tuding KPU Gelembungkan Perolehan Suara PAN di Dapil Kalsel II

PDI-P Tuding KPU Gelembungkan Perolehan Suara PAN di Dapil Kalsel II

Nasional
Demokrat Tak Ingin Ada 'Musuh dalam Selimut' di Periode Prabowo-Gibran

Demokrat Tak Ingin Ada "Musuh dalam Selimut" di Periode Prabowo-Gibran

Nasional
Maju di Pilkada Jakarta atau Jabar, Ridwan Kamil: 1-2 Bulan Lagi Kepastiannya

Maju di Pilkada Jakarta atau Jabar, Ridwan Kamil: 1-2 Bulan Lagi Kepastiannya

Nasional
Demokrat Harap Tak Semua Parpol Merapat ke Prabowo Supaya Ada Oposisi

Demokrat Harap Tak Semua Parpol Merapat ke Prabowo Supaya Ada Oposisi

Nasional
Bingung dengan Objek Gugatan PDI-P di PTUN, KPU Belum Tahu Mau Jawab Apa

Bingung dengan Objek Gugatan PDI-P di PTUN, KPU Belum Tahu Mau Jawab Apa

Nasional
Gugat Dewas ke PTUN hingga 'Judicial Review' ke MA, Wakil Ketua KPK: Bukan Perlawanan, tapi Bela Diri

Gugat Dewas ke PTUN hingga "Judicial Review" ke MA, Wakil Ketua KPK: Bukan Perlawanan, tapi Bela Diri

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com