Ini Kritik Abraham Samad soal Pendidikan Nasional - Kompas.com

Ini Kritik Abraham Samad soal Pendidikan Nasional

Indra Akuntono
Kompas.com - 26/11/2013, 20:10 WIB
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja, Busyro Muqoddas, Abraham Samad, dan Zulkarnaen (kiri ke kanan) mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com — Sistem pendidikan nasional kembali menuai kritik. Kali ini kritik datang bukan dari tenaga pendidik atau aktivis pendidikan, melainkan dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi di Kampus Fakultas Kedokteran UI, Jakarta, Selasa (26/11/2013).

Menurut Abraham, ada yang salah dalam sistem pendidikan di Indonesia. Ia menilai pendidikan lebih menitikberatkan kecerdasan kognitif dan melupakan kecerdasan emosional. Tolok ukur kecerdasan terletak pada nilai hasil ujian, bukan pada proses siswa mendapatkan nilai tersebut.

"Ada yang salah dengan dunia pendidikan kita. Contohnya sistem UN (Ujian Nasional), pemerintah menerapkan standardisasi, artinya, pendidikan kita berorientasi memacu anak-anak pintar secara intelektual saja," kata Abraham.

Sistem pendidikan seperti itu, kata Abraham, hanya akan mendorong siswa fokus pada hasil akhir. Padahal, seharusnya pemerintah dapat membuat sistem pendidikan yang membangun kecerdasan emosional siswa agar dapat berperilaku jujur sejak bangku sekolah.

Sadar dengan kesalahan itu, KPK kemudian membuat program antikorupsi. Tidak tanggung-tanggung, program tersebut telah diterapkan sejak tingkat prasekolah (playgroup) hingga perguruan tinggi. "Kenapa dari playgroup? Karena ini generasi mendatang, suatu hari bisa menghasilkan karakter yang kokoh dan membuat kemajuan untuk Indonesia," pungkasnya.

PenulisIndra Akuntono
EditorHindra Liauw
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM