Sabtu, 1 November 2014

News / Nasional

Kasus Suap MK, KPK Periksa Sekjen DPR

Jumat, 11 Oktober 2013 | 12:12 WIB
KOMPAS/ALIF ICHWAN Sekretaris Jenderal DPR Winantuningtyastiti usai diperiksa penyidiik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (30/4/2013). Winantuningtyastiti di periksa KPK sebagai saksi bagi tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang, mantan anggota DPR Luthfi Hasan Ishaaq.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Winantuningtyastiti terkait penyidikan kasus dugaan suap kepengurusan sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada) yang menjerat Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif, Akil Mochtar, Jumat (11/10/2013). Winantu akan dimintai keterangan sebagai saksi.

“Diperiksa sebagai saksi,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha.

Winantu diperiksa karena dianggap dapat memberikan keterangan terkait dengan salah satu tersangka dalam kasus ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Chairun Nisa.

Ada pun Nisa ditetapkan KPK sebagai tersangka atas dugaan bersama-sama Akil menerima suap dari pengusaha Cornelis Nalau dan calon Bupati Gunung Mas Hambit Bintih terkait sengketa pilkada Gunung Mas yang bergulir di MK. KPK pun menetapkan Cornelis dan Hambit sebagai tersangka.

Selain memeriksa Winantu, hari ini, KPK memeriksa Gubernur Banten Ratut Atut Chosiyah sebagai saksi. Adapun Atut akan dimintai keterangan sebagai saksi bagi tersangka lain dalam kasus ini, yakni pengacara Susi Tur Andayani. Susi ditetapkan KPK sebagai tersangka atas dugaan bersama-sama Akil menerima suap terkait sengketa pilkada Lebak, Banten. Uang suap diduga diberikan adik Atut, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Hari ini, KPK juga memeriksa Sekretaris Jenderal MK Janedjri M Gaffar, Kepala Bagian Protokoler MK Teguh Wahyudi, Hambit Bintih, Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Kamiar, sopir Akil yang bernama Daryono, serta pihak swasta Yayah Rodiah, Mumu Muhajidin, Almin Aling alias Cuming, dan Abdul Rohman.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Icha Rastika
Editor : Caroline Damanik