Kamis, 24 Juli 2014

News / Nasional

Presiden Kukuhkan Paskibraka 2013

Kamis, 15 Agustus 2013 | 17:06 WIB
Kompas.com/Sandro Gatra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengukuhkan 66 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada Upacara HUT ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/8/2013).


JAKARTA, KOMPAS.com
- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengukuhkan 66 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada Upacara HUT ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/8/2013). Mereka akan bertugas mengibarkan bendera pada Sabtu (17/8/2013).

Pengukuhan dihadiri juga oleh Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono didampingi Ny Herawati Boediono, dan jajaran kabinet.

Prosesi diawali pembacaan ikrar oleh seluruh anggota Paskibraka dihadapan Bendera Merah Putih. Setelah itu, dilakukan penyematan lencana secara simbolis oleh Presiden kepada Gusti Elvira Ramadhanti, perwakilan dari Kalimantan Selatan. Acara diakhiri pemberian selamat oleh seluruh hadirin.

Siang tadi, Paskibraka sudah melakukan gladi bersih di halaman Istana Merdeka disaksikan Presiden dan jajaran kabinet. Mereka mengibarkan bendera bertuliskan latihan.

Ke-66 orang tersebut hasil seleksi dari 33 Provinsi yang dilatih sejak 22 Juli hingga 30 Agustus. Pelatihan dilakukan dalam beberapa tahap, diantaranya penegakan tata tertib, pembekalan teknis dan praktis keterampilan Paskibraka, pembekalan kepemimpinan, hingga kunjungan ke lembaga/instansi pemerintah.

KOMPAS.COM/Sandro Gatra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengukuhkan 66 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada Upacara HUT ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/8/2013).

Ke-66 orang tersebut, yakni Ali Alfaraesy dan Dio Fany Anggraini (Aceh), Opor Tunitas Hulu dan Afriyani (Sumatera Utara), Ricky Suwandi Putra dan Retro Adhillia Putri (Sumatera Barat), Deni Saputra dan Vevia Lindya Sari (Sumatera Selatan), Ryandi Anugerah Putra dan Fitri Nugrahani (Riau), Riki Agung Putra Yoto dan Mesfi Dwi Putri (Bengkulu).

Anggota lain, Widya Lestari dan Noprian Panca Wirawan (Bangka Belitung), Doni Sari Kende dan Urai Rani Farni (Kepulauan Riau), Zaky Arita dan Novi Kumalasari (Jambi),Ozzy Eka Purwanto dan Nindya Agni Cahyati (Lampung), Muhammad Rayhan Akbar dan Cintami Amalia (Jawa Barat), Muhamad Billy dan Sabrina (Banten).

Lainnya, Rifqi Widhianto dan Audy Elita Putri (DKI Jakarta), Yollandaru Yoga Santika dan Dinda Rizkita Karyadewi (DI Yogyakarta), Alif Firman Tawakal dan Fara Fauziah Hapsari (Jawa Tengah), Dian Febriana Pradikatama dan Vindya Rossy Tria Puspita Mandasari (Jawa Timur), Gusti Koman Arya Baskhara dan Udayana Putra dan Bintang Prayascita Widya Ningrum (Bali), Dina Mardiana dan Yori Sujiarta Utama (Nusa Tenggara Barat),Longkinos P De Jesus dan Meldiana Boik (Nusa Tenggara Timur).

Anggota lainnya, Bagas Rizki Mahaditya dan Gusti Elvira Ramadhanti (Kalimantan Selatan),Tami Auliana dan Muh Faidhal Anwar Limbong (Kalimantan Barat), Armeyn Arbianto dan Thalia Doryunie Barshobedie (Kalimantan Timur), Dani Julianto dan Winda Safitri (Kalimantan Tengah), Muh Takbir Tenri Gangka dan Ana Bella Natalya Purba (Sulawesi Selatan), Fariz Salmin dan Monica Broksil (Sulawesi Tengah), Fatkhul Manan dan Adelana Tesalonika Riswantyo (Sulawesi Tenggara), Anita Meylani A Baso dan Padliandi Tappawali (Sulawesi Barat), Gilbert Karamoy dan Deanaz Faustina Poluakan (Sulawesi Utara), Rahmat Safrin H Malik dan Marwiyah Moh Daud (Gorontalo), Junaidi Wirgiawan Mustafa dan Siti Komaria (Maluku Utara), Junius Fatagur dan Dina Ludia Marwa (Papua), Johni Aris Mlasmene dan Maria Bernadetta Natani (Papua Barat).


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary