Rabu, 3 September 2014

News / Nasional

Alasan Kesehatan, Bendahara Umum Demokrat Mengundurkan Diri

Rabu, 7 Agustus 2013 | 01:28 WIB
KOMPAS/ALIF ICHWAN Ketua Dewan Pembina Dewan Pembina Pusat Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, mengadakan jumpa pers di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/7/2011). Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat, prihatin dengan situasi politik di Tanah Air belakangan ini. Kompetisi politik diwarnai dengan dengan politik politik pecah belah atau devide et impera yang pernah dijalankan pemerintah kolonial zaman dulu.
JAKARTA, KOMPAS.com — Bendahara Umum Partai Demokrat Handojo Slamet Mulyadi mengundurkan diri dari kepengurusan partai.

Kabar ini dibenarkan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Melani Leimena Suharli. 

"Ya benar, bendahara umum mengundurkan diri karena alasan kesehatan," kata Melani Leimena Suharli ketika dikonfirmasi, Selasa (6/8/2013) malam.

Melanie menuturkan dirinya tak tahu penyakit yang diderita Handojo. Namun, lanjut dia, Demokrat telah menunjuk pengganti Handojo yakni Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat Indrawati Sukadis.

Sebelumnya, sempat beredar kabar Handojo mundur dari kepengurusan bersama dengan Wakil Direktur Eksekutif Toto Riyanto. 

Namun, kabar itu dibantah tegas Toto. "Bohong! Tidak benar itu," tulis Toto dalam pesan singkatnya.

Terkait dana konvensi?

Kabar mundurnya dua elite Demokrat itu sempat membuat internal Demokrat bereaksi.

Salah seorang pengurus partai yang tak mau disebutkan namanya menyebutkan pengunduran diri Hartojo adalah hal yang wajar.

Apalagi, lanjut dia, Handojo adalah otak Demokrat untuk mencari dana perhelatan konvensi calon presiden Partai Demokrat.

"Kalau mundur wajar saja, karena dia bertanggung jawab soal dana konvensi itu. Bisa jadi dia takut dananya ternyata bukan dari yang semestinya yang bisa menyeret namanya kan," ungkap pengurus itu.

Menurut dia, dana konvensi capres Partai Demokrat hingga kini tak pernah dibicarakan internal partai, hanya Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang dianggap mengetahui soal sumber dana konvensi.

"Tidak pernah dibicarakan, hanya dia (SBY) yang tahu," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana menampik mundurnya Handojo terkait dana konvensi.

Menurutnya, Handojo memang ditunjuk sebagai pejabat sementara bendahara umum yang kosong ditinggal Sartono Hutomo.

"Itu sifatnya sementara mengisi kekosongan. Kalau sementara bisa saja mundur," ujarnya.

Sebelumnya pada 21 April lalu, Partai Demokrat mengumumkan struktur kepengurusan barunya setelah SBY terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Ketika itu, pemilik perusahaan farmasi Tempo Group, Handojo Selamet Mulyadi, diangkat menjadi bendahara umum dalam struktur baru menggantikan Sartono Hutomo.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Ervan Hardoko