Sabtu, 2 Agustus 2014

News / Nasional

Teroris Pamulang Mengaku Penjual Obat

Jumat, 3 Mei 2013 | 17:16 WIB

Terkait

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com — Terduga teroris di Pamulang, Sigit Indrajit (23), mengaku kepada warga sebagai penjual obat herbal. Namun, warga sendiri mengaku tak pernah ditawari atau melihat Sigit berjualan. Sementara itu, istri Sigit diketahui hanya sebagai ibu rumah tangga.

“Pekerjaan ngakunya penjual obat herbal di Pamulang dan sekitarnya. Tapi kita enggak pernah lihat atau ditawari obat herbal itu,” ujar Ismamudin alias Kiki, tetangga Sigit di lokasi, Jumat (3/5/2013).

Di rumah kontrakan yang terletak di Jalan Kenanga 4 Nomor 61, RT 5/3, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang Kota, Tangerang Selatan, Sigit tinggal bersama keluarganya. Daerah rumah itu terletak dalam sebuah gang, dekat Pasar Bukit, Pamulang.

Sigit diketahui sudah menempati tempat itu sekitar 7 bulan. Dia terkenal jarang bergaul dengan tetangga terdekatnya. Menurut Kiki, Sigit berperawakan pendek, kurus, dan putih.

“Orangnya jarang ngobrol-ngobrol lama. Ke luar rumah paling teguran sebentar. Kadang lihat-lihat ke kolam lele. Tapi baik-baik saja orangnya,” terang Kiki.

Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu Sigit. "Yang di Pamulang masih kita cari, belum tertangkap,” terang Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar.

Upaya penangkapan Sigit pada Jumat (3/5/2013) dini hari berkaitan dengan penangkapan sebelumnya di Jalan Bangka, Mampang, Jakarta Selatan. Namun, dalam penggerebekan ini, Sigit tidak berhhasil ditangkap. Densus 88 Antiteror Polri hanya mengamankan empat orang perempuan yang merupakan keluarga Sigit. Keempatnya ialah ibu Sigit berinisial S (44 tahun), istrinya N (21 tahun), adiknya N (18), dan adiknya A (14 tahun). Keempatnya kini tengah dimintai keterangan di Mapolsek Pamulang.

Sebelumnya, di Jalan Sudirman, dekat pertigaan Bendungan Hilir, Densus 88 menangkap Sefa alias Asep dan Achmad Taufik alias Ovie saat tengah mengendarai sepeda motor sekitar pukul 21.30 WIB. Asep diketahui sebagai perakit bom. Dari keduanya, polisi berhasil menyita lima bom pipa siap ledak. Dari penangkapan tersebut, Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah indekos terduga teroris yang terletak di Jalan Bangka 2 F, Pela Mampang, Jakarta Selatan, dan mengamankan istri Sefa.

 


Penulis: Dian Maharani
Editor : Hindra