Jumat, 24 Oktober 2014

News / Megapolitan

Jokowi-Basuki Unggul, Koalisi Partai Tak Dipandang

Jumat, 21 September 2012 | 19:54 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama yang hanya didukung PDIP dan Gerindra berhasil mengungguli pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang didukung oleh koalisi partai politik besar, seperti Golkar, PD, PKS, Hanura dan lainnya. Hal ini membuktikan bahwa koalisi parpol tak dipandang masyarakat.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago menilai, Foke-Nara yang didukung koalisi partai besar terbukti bukan merupakan jaminan untuk unggul.

"Kalau misalnya dalam pemilihan presiden, gubernur atau bupati, mau sebanyak apa pun partai bergabung, tapi melawan (sosok) yang figurnya kuat dan bagus di mata masyarakat, ya susah. Jadi pemilihan (gubernur) saat ini masyarakat melihat figur, bukan partai yang dilihat," kata Andrinof saat dihubungi KOMPAS.com, Jumat (21/9/2012).

Andrinof menilai, besarnya dukungan partai sebagai mesin politik di dalam pemilu, tidak menjamin mendapat dukungan paling banyak dalam perolehan suara.

"Kalau Foke-Nara, walaupun didukung partai besar, dan ormas lokalnya, serta dana kampanyenya paling besar, itu tidak menjamin menang," ujar Andrinof.

Sebelumnya, Jokowi pada masa kampanye sempat mengatakan 'dikeroyok oleh gajah-gajah besar' (partai politik). Untuk menyiasati itu, Jokowi mengatakan memilih strategi melalui koalisi dengan rakyat.

Andrinof memandang, Jokowi lebih mampu memimpin Jakarta dibandingkan dengan calon lain yang ada. Ia juga menilai ke depan Jokowi mampu menghadapi tantangan untuk memimpin Jakarta.

"Kalau dibanding calon yang ada selama ini, saya yakin Jokowi lebih baik. Lebih bisa dan mampu membuat Jakarta berubah. Itu dibuktikan melalui cara kerjanya, cara dia melihat masalah, dan cara dia mengatasi masalah," ujar Andrinof menilai.

 


Penulis: Robertus Belarminus
Editor : Ana Shofiana Syatiri