Jumat, 22 Agustus 2014

News / Nasional

Warga Jakarta Lulus Ujian Kebangsaan

Jumat, 21 September 2012 | 07:23 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil hitung cepat pemungutan suara putaran kedua Pilkada DKI Jakarta dinilai menjadi bukti bahwa warga Jakarta telah lulus dari ujian kebangsaan. Pasalnya, pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama merupakan pasangan lintas suku dan agama, namun dapat diterima oleh mayoritas pemilih Jakarta.

"Warga Jakarta betul-betul sudah tuntas pemahaman dan sikap kebangsaannya, khususnya dalam mempraktekkan prinsip Bhineka Tunggal Ika. Pasangan Jokowi-Basuki yang kombinasi suku Jawa dan Sumatera serta agama Islam dan Kristen memang sejak awal sebagai strategi eksperimen kebangsaan," kata Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah di Jakarta, Jumat ( 21/9/2012 ).

Hal itu dikatakan Basarah menyikapi hasil hitung cepat beberapa lembaga survei. Hasilnya menunjukkan pasangan yang diusung PDIP dan Partai Gerindra, yakni Jokowi-Basuki mengalahan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Basarah mengatakan, jika warga Jakarta yang berada di ibukota negara belum bisa mempraktikkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam berdemokrasi, maka akan sulit mengharapkan Bhinneka Tunggal Ika bisa dijalankan di daerah lain.

"Dengan demikian, kita bisa berharap dan membangun sikap optimisme ke depan bahwa proses demokrasi di Indonesia akan beriringan dengan peningkatan wawasan dan sikap kebangsaan seluruh komponen masyarakat Indonesia," kata anggota Komisi III itu.

Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Golkar Nurul Arifin menilai Pilkada DKI Jakarta menjadi pembelajaran yang dasyat. Berbagai isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) serta obral janji yang terus dihembuskan menjelang pemungutan suara, bisa kalah oleh performa sederhana namun lugas dan cerdas oleh pasangan Jokowi-Basuki.

"Rakyat lama-lama capek jika disuguhi pencitraan melulu. Sekarang tinggal kita tunggu aplikasi program yang diusung Jokowi-Basuki. Mudah-mudahan memberi warna baru pada Jakarta agar wajah Jakarta lebih ramah dan tidak hanya dinikmati kelas menengah keatas," kata Wasekjen Partai Golkar itu.

Seperti diberitakan, hasil hitung cepat Litbang Kompas menunjukkan pasangan Jokowi-Basuki unggul dengan total suara 52,97 persen dan pasangan Foke-Nara sebesar 47,03 persen suara. Hitung cepat Indo Barometer, Jokowi-Basuki mendapat 54,11 persen suara dan Foke-Nara mendapat 45,89 persen suara.

Selain itu, hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia, Jokowi-Basuki mendapat suara 53,68 persen dan Foke-Nara sebanyak 46,32 persen. Adapun hasil hitung cepat Lembaga Survei Indonesia, pasangan Jokowi-Basuki mendapatkan suara 53,81 persen dan Foke-Nara sebesar 46,19 persen suara.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Kistyarini