Jumat, 19 September 2014

News / Nasional

Sering Hujan, Sampah di Pintu Air Manggarai Menggunung

Sabtu, 9 Juni 2012 | 16:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sampah merupakan salah satu masalah utama yang perlu menjadi perhatian serius masyarakat Jakarta, khususnya sampah yang mengotori aliran sungai. Tidak banyak yang tahu, jika hujan deras mengguyur Jakarta, volume sampah yang terbawa arus sungai dan tertahan di pintu air Manggarai meningkat.

Gunungan sampah itu harus rutin diangkat. Jika tidak, maka aliran air dipastikan akan meluap dan menyebabkan banjir. "Kalau enggak diangkat membahayakan, bisa banjir. Kalau normalnya sehari dua kali (sampah-sampah itu diangkut), tapi karena sering hujan sekarang ini saya dua hari dua malam baru mau istirahat. Jadi dikerukin terus setiap hari, ada terus, datang lagi-datang lagi," kata Agus, petugas pengangkut sampah di Pintu Air Manggarai yang ditemui Kompas.com, Sabtu (9/6/2012).

Menurut pria yang sudah bekerja tiga tahun sebagai operator alat berat itu, akibat seringnya hujan akhir-akhir ini, sepanjang Jumat (8/6/2012), ada 20 truk yang datang mengangkut sampah. Padahal, kata dia, saat normal, pengangkutan sampah hanya membutuhkan tiga atau empat truk sehari. Menurutnya, sampah-sampah yang hanyut di Sungai Ciliwung dan menumpuk di Pintu Air Manggarai itu merupakan kiriman dari wilayah Bogor dan Depok.

Pantauan Kompas.com di Pintu Air Manggarai, Sabtu, aneka sampah mulai kembali menumpuk di sana. Ada berbagai barang dari plastik, gabus, kayu-kayu dari ukuran kecil hingga ukuran besar, dan sampah lainnya. Sampah itu diangkat dari pintu air menggunakan alat berat. Sampah-sampah itu nantinya dimuat ke truk kemudian dibawa ke tempat pembuangan akhir di Bantar Gebang.


Penulis: Robertus Belarminus
Editor : Heru Margianto