Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Nasional

Empat Pilar

Pelibatan Dalang dalam Sosialisasi 4 Pilar

Senin, 7 Mei 2012 | 10:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Para dalang dilibatkan dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan, yakni UUD 1945, Pancasila, NKRI, serta Bhineka Tunggal Ika. Langkah itu merupakan tindak lanjut temuan penelitian tentang efektivitas sosialisasi 4 Pilar MPR pada Februari 2012.

 

Menurut anggota MPR Eva Kusuma Sundari, berdasarkan penelitian tersebut, masyarakat paling suka pemasyarakatan melalui jalur seni budaya, seperti wayang, karena sifatnya yang egalitarian.

Langkah itu sudah dijajal pada Minggu (6/5/12) dengan diadakannya acara Sarasehan 4 Pilar dengan 80 dalang se-Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Kegiatan yang diorganisir oleh Paguyuban Luhur Budaya pimpinan Ketua DPRD Blitar Guntur Wahono, bertempat di Desa Sanan Kulon dan dihadiri antara lain oleh Ketua Komisi Sosial DPRD Nanang Widhi, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Blitar.

Pepadi (Persatuan Pedalangan) Kabupaten Blitar yang mempunyai anggota dalang terbanyak di Indonesia, yakni 750 dalang, punya potensi besar untuk terlibat mengisi kekosongan sistem pendidikan terkait soal pembentukan karakter.

"Tentu tantangannya adalah penyebaran nilai-nilai dari 4 pilar yang bukan normatif tetapi operasional dan kontekstual sehingga bisa menimbulkan tekad mempraktikkannya secara militan atau patriotik," sebut Eva yang juga anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Menurut Eva, berdasar diskusi, nilai-nilai yang mendesak untuk disosialisasikan adalah toleransi, kepatuhan hukum, dan keikhlasan berkorban demi kepentingan orang lain atau negara.

Yang menarik, menurut Eva, peserta juga memandang perlunya menyebarkan nilai-nilai kesalehan sosial seperti kejujuran, antikorupsi, antikemiskinan, gotong-royong, maupun antidiskriminasi, termasuk terhadao perempuan dan kelompok minoritas lainnya.

 

Menurut Eva, dukungan pemerintah akan merupakan faktor menentukan demi terselenggaranya pergelaran-pergelaran wayang yang dapat menjangkau masyarakat secara menyeluruh. "Mestinya itu bukan persoalan jika dikaitkan misi pergelaran wayang tersebut dan dampak pergelaran yang bisa menggerakkan perekonomian lokal," pungkas Eva.


Penulis: Sidik Pramono
Editor : Robert Adhi Ksp