Rabu, 30 Juli 2014

News / Nasional

TB Silalahi: Demokrat Garuk Kepala Saja Dipersoalkan

Rabu, 8 Februari 2012 | 19:44 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat TB Silalahi mengungkapkan keheranannya terkait sejumlah spekulasi di luar mengenai adanya penggantian Amir Syamsuddin menjadi anggota Dewan Pembina dan dirinya sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan. Menurut dia, pergantian itu adalah hal wajar dalam partai yang tak perlu diperdebatkan oleh pihak eksternal partai.

"Pergeseran jabatan posisi di lingkungan Partai Demokrat, itu hal yang biasa saja. Partai Demokrat ini garuk kepala sedikit saja bisa dipersoalkan. Kita juga kaget ini kan normal-normal saja, tapi dikembangkan dengan berbagai macam isu. Tapi kami paham karena kami sedang menjadi sorotan publik," ujar TB Silalahi dalam jumpa pers di DPP Demokrat, Rabu (8/2/2012).

Silalahi mengaku tak kalah herannya ketika mendapatkan sejumlah pesan singkat berupa ucapan selamat dari para koleganya atas jabatan barunya di Dewan Kehormatan. Padahal menurut dia, tugas yang diembankan kepadanya itu berkaitan dengan tugasnya di Komisi Pengawasan Demokrat sehingga justru mempermudah dalam mengawasi dan menindaklanjuti masalah yang terjadi dalam internal Demokrat.

"Kenapa saya yang ditunjuk, karena saya juga sebagai ketua komisi pengawas. Komisi pengawas ini perpanjangan tangan dewan kehormatan. Saya terima SMS, kok ngucapin selamat, memangnya ada apa. Dulu saya jadi menteri tidak seperti ini selamatnya. Pergantian, kan biasa di partai," kata Silalahi.

Sebelumnya, diberitakan Amir Syamsuddin mengusulkan dirinya dalam rapat internal Partai Demokrat agar dapat mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan dan digantikan oleh TB Silalahi. Alasan pengunduran diri ini karena Amir tak dapat mengerjakan tugas sebagai Menteri Hukum dan HAM sekaligus sebagai Sekretaris DK, karena beban tugas keduanya sama beratnya. Amir kini menjadi anggota Dewan Pembina menggantikan TB Silalahi.


Penulis: Maria Natalia
Editor : I Made Asdhiana