Kamis, 18 September 2014

News / Nasional

TELEVISI

Kompas TV dan Kerinduan pada Muatan Lokal

Sabtu, 10 September 2011 | 10:02 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Pergelaran "Simfoni Semesta Raya" sebagai penanda diluncurkannya Kompas TV di layar kaca, Jumat (9/9/2011) malam tadi di Jakarta Convention Center, berjalan sukses. Satu pesan yang dapat ditarik sebagai kesimpulan dari pergelaran selama tiga jam sejak pukul 19.30 malam tadi adalah kerinduan kita akan tayangan yang sarat nilai-nilai kultur kebudayaan warisan leluhur.

Mutlak, tidak ada pertunjukan berbau impor. Sepanjang pergelaran malam tadi, "Simfoni Semesta Raya" benar-benar menegaskan nilai-nilai kultur kebudayaan warisan leluhur, mulai sajian dolanan anak-anak, medley lagu-lagu daerah, hingga busana daerah yang dirancang modern, seperti halnya sejumlah program acara yang akan mengangkat sisi Indonesia, antara lain Kampung Main, Filantropi, Islam Nusantara, dan sejumlah program lainnya yang sayang jika dilewatkan.

Sebelumnya, CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo, Kamis (8/9/2011) di Jakarta, menegaskan bahwa Kompas TV bukan sebuah lembaga penyiaran. Kompas TV adalah penyedia konten yang diproduksi KG Production.

"Konten-konten tersebut ditayangkan kepada pemirsa melalui kerja sama dengan TV-TV daerah yang merupakan lembaga penyelenggara siaran di daerah," ujarnya.

Sementara itu, menurut Direktur Kompas TV Bimo Setiawan, konten program tayangan Kompas TV menekankan pada eksplorasi Indonesia, baik kekayaan alam, khazanah budaya, Indonesia kini, maupun talenta berprestasi.

Maka, tak salah kiranya bahwa pergelaran "Simfoni Semesta Raya" malam tadi sukses menjadi cerminan wajah Kompas TV. Visi yang tertuang dalam program-program acaranya menegaskan satu hal bahwa inilah tayangan yang dirancang untuk menyajikan muatan-muatan lokal Indonesia.

Khazanah kedaerahan terasa begitu kuat sejak acara dibuka hingga pengenalan semua program acara yang akan tayang di Kompas TV. Seperti pernah dikatakan Presiden Komisaris Kompas Gramedia Jakob Oetama dalam rekaman wawancara, Kompas TV akan menjadi inspirasi bagi Indonesia dengan menghadirkan program-program lokal yang mengangkat sisi Indonesia yang tak pernah tersentuh sebelumnya.


Editor : Latief