Sabtu, 19 April 2014

News / Olahraga

Mantan Atlet Berprestasi Dapat Asuransi

Senin, 13 Juni 2011 | 20:42 WIB

Baca juga

JAKARTA, Kompas.com - Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI) berencana memberi asuransi kepada mantan-mantan atlet Tanah Air yang pernah berprestasi baik tingkat nasional maupun internasional. Dewan Pengawas YOI, Rudy Hartono, di Jakarta, Senin (13/6/11), mengatakan, pemberian asuransi kepada mantan atlet nasional adalah salah satu bentuk perhatian yang diberikan secara langsung oleh YOI sebagai salah satu lembaga pemerhati kondisi mantan atlet.

"Asuransi kesehatan itu sangat penting. Asuransi akan memberi jaminan bagi mantan atlet yang saat ini kondisi berbeda dengan saat masih berada di puncak karier," katanya di sela diskusi "Apa Yang Salah Dengan Dunia Olahraga di Indonesia" di Jakarta.

Menurut dia, saat ini banyak mantan atlet yang pernah mengharumkan nama bangsa dalam kondisi terpuruk, sehingga butuh uluran tangan dari masyarakat, mantan atlet yang lain, pengusaha bahkan pemerintah.

Mereka (mantan atlet), kata dia, kondisinya jauh berbeda saat berada di puncak. Setelah pensiun mereka tidak bisa melanjutkan tradisi di puncak sehingga sangat membutuhkan bantuan guna melanjutkan kelangsungan hidupnya.

"Asuransi sudah kami siapkan. Tapi kami tidak bisa memberikan keterangan asuransi mana yang akan memberikan jaminan. Yang jelas YOI berusaha semaksimal mungkin dalam memperjuangkan mantan-mantan atlet nasional," kata peraih delapan gelar All England itu.

Ia menjelaskan, saat ini YOI terus melakukan pendataan mantan atlet yang berhak mendapatkan asuransi. Pihaknya berharap banyak pihak memberikan dukungan pada program yang akan segera dicanangkan itu.

Mantan atlet nasional yang kondisi berbeda saat masa masih di puncak diantaranya adalah Ellyas Pical (juara dunia pertama cabang tinju), Tati Sumirah (bulu tangkis), Sukarnah (lempar lembing) dan Martha Kase (atletik).

Sementara itu, mantan atlet nasional Ade Rai mengaku cukup prihatin dengan kondisi beberapa mantan atlet nasional saat ini. Menurut dia, YOI maupun lembaga yang lain harus bahu membahu dalam mencari solusi guna mengentaskan mantan atlet yang hidupnya saat ini kurang layak.

"Perlu dilakukan pembinaan kepada atlet maupun mantan atlet agar nantinya bisa hidup mandiri. Itu sangat perlu dilakukan," katanya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, bagi atlet ataupun mantan atlet yang mendapatkan bantuan ataupun bonus dari pemerintah/sponsor setelah meraih kemenangan diharapkan bisa mengaturnya dengan baik hadiah yang ada (uang tunai).  

"Lebih baik hadiah atau bonus berupa hal-hal yang bisa mendukungnya setelah tidak lagi menjadi atlet. Misalnya sasana tinju ataupun tempat yang bisa digunakan untuk melakukan pembinaan sekaligus mendapat masukkan," katanya menambahkan.

Perhatian kepada mantan atlet tidak hanya dilakukan oleh YOI. Beberapa lembaga maupun pemerintah juga telah memberi bantuan. Salah satu bantuan yang diberikan pemerintah kepada mantan atlet berprestasi adalah rumah tempat tinggal.


Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Sumber: