Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Nasional

1.000 Hari Soeharto

Siti Hutami: Bagi Kami, Bapak Pahlawan

Sabtu, 23 Oktober 2010 | 08:34 WIB

Terkait

KARANGANYAR, KOMPAS.com — Keluarga Soeharto tidak memusingkan adanya penolakan dari berbagai kalangan terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum Soeharto, mantan presiden RI yang pernah berkuasa selama 32 tahun. Keluarga tetap menganggap Soeharto adalah pahlawan.

Hal ini dikatakan putri bungsu almarhum Soeharto, Siti Hutami Endang Adiningsih, yang akrab disapa Mamiek, seusai tahlilan peringatan 1.000 hari meninggalnya Soeharto di Ndalem Kalitan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (21/10/2010) malam. ”Enggak apa-apa, terserah saja, ada yang menolak atau tidak. Buat kami, Bapak itu pahlawan,” kata Mamiek.

Menurut dia, keluarga tak pernah mengusulkan pemberian gelar pahlawan. Banyaknya warga yang hadir dalam acara tahlilan dan ziarah ke Makam Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah, kata Mamiek, menunjukkan ayahnya telah menjadi pahlawan di hati masyarakat.

Putri sulung Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut, yang ditemui seusai puncak peringatan 1.000 hari di Astana Giribangun, Jumat, tidak bersedia memberikan komentar. Ia hanya mengucapkan terima kasih atas perhatian masyarakat sejak meninggalnya Soeharto hingga tiga tahun setelahnya dengan berziarah ke Giribangun.

Anak-anak

Keenam putra-putri Soeharto, Siti Hardiyanti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati, Hutomo Mandala Putra, dan Siti Hutami menghadiri puncak acara peringatan 1.000 hari meninggalnya ayah mereka. Acara itu ditandai dengan pemasangan batu maejan atau kepala nisan di makam Soeharto yang letaknya berdampingan dengan makam istrinya, Siti Hartinah atau Tien Soeharto, di Astana Giribangun. (eki)


Editor : Marcus Suprihadi
Sumber: