Kamis, 31 Juli 2014

News / Nasional

Guntur Soekarnoputra Sampaikan Orasi Politik

Sabtu, 6 Juni 2009 | 15:44 WIB

KARAWANG, KOMPAS.com — Putra sulung Soekarno, Guntur Soekarnoputra, tampil di hadapan ribuan massa yang menghadiri peringatan 108 tahun hari lahir Sang Proklamator di Lapangan Tugu Monumen Kebulatan Tekad, Rengasdengklok, Karawang, Jabar, Sabtu (6/6). Guntur, yang selama ini jarang tampil di depan publik, menyampaikan orasi politik sekitar 10 menit.

Dengan balutan kemeja putih, celana hitam, dan syal merah, Guntur mengingatkan mengenai ajaran-ajaran Bung Karno yang menjadi menjadi fondasi ideologi negara.

"Hari ini kita memperingati hari lahir 108 tahun Bung Karno. Bicara Bung Karno, kita ingat apa yang beliau wariskan kepada kita, terutama pikiran-pikiran Bung Karno, ideologi Bung Karno, adalah warisan yang hidup sepanjang massa," ujar Guntur.

Kemudian, Guntur kembali mengingatkan ideologi Bung Karno, yaitu Marhaenisme. "Kalau saya bertanya, apa ideologinya, Bung Karno selalu mengatakan dengan tegas Marhaenisme," lanjut kakak Megawati ini.

Marhaenisme, urainya, merupakan ajaran yang berpihak kepada orang miskin, kaum buruh, kaum petani, dan kaum nelayan. Di akhir orasinya, Guntur meminta agar ajaran-ajaran Bung Karno tidak dihilangkan dan terus dipegang teguh. Tak lupa, ia pun mengatakan bahwa inti-inti ajaran Bung Karno terdapat dalam konsep ekonomi kerakyatan yang diusung pasangan Mega-Prabowo.


Editor :