Selasa, 2 September 2014

News / Plesir

Bekas Kantor Asuransi Kini Melompong

Selasa, 24 Maret 2009 | 15:28 WIB

Kompas.com - Melintas dan memandangi gedung-gedung di Jalan Kunir, Jalan Cengkeh, Jalan Kali Besar Timur hingga ke Jalan Pintu Besar Utara menumbuhkan berbagai pertanyaan yang masih sulit  terjawab. Khususnya jika pertanyaan itu menyangkut masa lalu gedung-gedung lusuh di seputaran kawasan itu. Hanya beberapa gedung saja yang dengan mudah terlacak.

Dari sekian banyak gedung yang masih bertahan hingga yang sudah tak berbentuk lagi, ada satu gedung yang lumayan menjadi perhatian warga saat berkunjung ke kawasan tersebut. Gedung ini masih berdiri meski cat di seluruh tembok bangunan sudah mengelupas. Kusam dan siap dihancurkan. Bangunan ini berdiri persis di mulut Jalan Pintu Besar Utara yang berimpit dengan Jalan Kali Besar Timur 3, tak jauh dari Cafe Batavia.

Dilihat dari Jalan Kali Besar Timur, akan tampak tulisan Djakarta Lloyd pada dinding gedung itu. Tak banyak yang bisa diungkap atas gedung ini. Berbagai catatan sejarah tentang Batavia tak ada yang menyinggung gedung ini. Rekaman masa lalu dalam bentuk foto atau lukisan juga sulit ditemukan.

Foto lama dan sedikit sejarahnya malah muncul di blog Priambodo Prayitno.  Foto dalam kartu pos itu memperlihatkan peruntukan gedung. Pada kartu pos terbitan Kolff & Co itu tertulis Benedenstad atau Kota Bawah, Onderlinge Levensverzekering van Eigen Hulp. Di tembok lain tertulis Ongevallen Verzekering Mij FATUM. Priambodo menjelaskan, gedung tersebut dibangun tahun 1890-an. Saat foto diambil, dua perusahaan asuransi berkantor di situ.  Onderlinge Levensverzekering van Eigen Hulp (Asuransi Jiwa Eigen Hulp) dan Ongevallen Verzekering Mij FATUM (Asuransi Kecelakaan).

Eigen Hulp (Gotong Royong) adalah koperasi pertokoan yang didirikan pada 1878 di Belanda. Di tahun 1890-an koperasi ini membuka tiga cabang di Batavia,  yaitu di gedung di Jalan Pintu Besar Utara, di Jalan Molenvliet (Jalan Gajah Mada), dan Jalan Noordwijk Jjalan Juanda).

Tentang kapan gedung itu mulai digunakan oleh PT Djakarta Lloyd, tak ada data pasti. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kota Tua, Candrian Attahiyyat, mengatakan, hingga sekitar tahun 2004 gedung itu pernah digunakan sebagai distributor Honda. Setelah itu, gedung yang dalam data kepemilikan gedung kosong di Kota Tua terdaftar atas nama Syarief ini kosong melompong.
    
Gedung ini menjadi salah satu gedung yang sedang mendapat sorotan dari pihak Pemprov DKI. Dalam rangka revitalisasi Kota Tua, pemilik gedung kosong diharapkan tak membiarkan gedung kosong sebelum akhirnya ambruk.
        
Dalam buku Sejarah Kota Tua milik Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta (kini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI), Jalan Pintu Besar ada di kota lama bagian timur. Pada lokasi di mana terdapat rumah sakit (abad 18) yang kemudian menjadi Javasche Bank (Museum Bank Indonesia) terdapat gerbang baru untuk masuk ke Batavia (dari arah selatan). Maka gerbang itu diberi nama Groote Poort (Pintu Besar). Meski sebenarnya jalan di gerbang itu bernama Nieuwpoort Straat. Jalan gerbang itu terbagi menjadi gerbang baru bagian dalam Binnen Nieuwpoort Straat (Jalan Pintu Besar Utara) dan gerbang luar Buiten Nieuwpoort Straat (Jalan Pintu Besar Selatan). 


Editor :
Sumber: