Kamis, 23 Oktober 2014

News / Regional

Penarikan Undian Nomor Urut Pilkada Ende Ditunda

Kamis, 18 September 2008 | 21:57 WIB

ENDE, KAMIS - Pihak Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Ende, di Flores, Nusa Tenggara Timur akhirnya menunda pelaksanaan penarikan nomor urut pasangan calon peserta Pilkada Ende periode 2009-2014 paling lambat 23 September 2008.

Seharusnya penarikan undian nomor urut itu dilaksanakan hari ini, Kamis (18/9), di kantor KPUD. Akan tetapi agenda berubah, sebab pihak KPUD perlu melakukan klarifikasi ke dewan pimpinan pusat (DPP) PKB di Jakarta menyangkut persoalan dua bakal calon yang sama-sama maju melalui PKB.

"Berhubung kami harus meminta telaah secara tertulis dari KPU di Jakarta menyangkut permasalahan dua pasang bakal calon PKB, penarikan undian nomor urut akan dilakukan paling lambat tanggal 23 September," kata Ketua KPU Kabupaten Ende Fransiskus AR Senda, Kamis siang, di Ende.

Sebelumnya pihak KPUD telah melakukan pleno penetapan pasangan calon, Rabu (17/9) kemarin. Dari sembilan pasang bakal calon, yang ditetapkan sebagai calon peserta pilkada Ende tujuh orang, sedangkan dua pasang bakal calon dinyatakan gugur, karena tak memenuhi persyaratan.

Tujuh pasang calon yang lolos adalah Don Bosco M Wangge-Achmad Mochdar (Doa), Silvester Djuma-Djafar H Achmad (Mawar), Marselinus Petu-Stefanus Tany Temu (Petani), dan Petrus Lengo-Paulus Pase (Lengo-Pase). Selain itu Yucundianus Lepa-Nur Aini Rodja (Dian), dan dua pasang calon dari jalur perseorangan, yakni Siprianus Reda Lio-Titus Matias Tibo (Setia), dan Wilhelmus Wolo-Albertus Magnus Bhoka (Wolo-Bhoka).

Sementara dua pasang bakal calon yang dinyatakan gugur oleh KPUD adalah pasangan Anton David Dalla-Iskandar Mohamad Mberu (Damai), dan Bernadus Gadobani-Hendrikus Seni (Bernas).

Senda juga menegaskan, bahwa meski agenda penarikan undian nomor urut itu diundur, dan pihaknya akan meminta telaah KPU, hasil telaah itu tak akan menggugurkan lagi tujuh pasang calon yang telah lolos. Langkah yang ditempuh KPUD sempat mendapat protes keras dari Yucundianus Lepa, maupun dari tim sukses Doa, Yustinus Sani.

"KPUD seharusnya berpegang pada pleno yang bersifat final dan mengikat. Jangan karena tekanan satu kelompok, kemudian mengorbankan tujuh pasang calon yang lain," kata Yucundianus.

Yustinus Sani menegaskan, pihaknya bersedia menerima pengunduran jadwal penarikan undian nomor urut, tapi KPUD harus sudah memberikan hasil keputusan pleno KPUD soal penetapan calon itu hari ini juga kepada pasangan calon yang lolos.

Selain itu, pihak KPUD harus memberitahukan secara resmi adanya perubahan jadwal untuk penarikan undian nomor urut tersebut. Permintaan itu akhirnya baru dapat dipenuhi KPUD petang ini sekitar pukul 19.00 wita.

Pihak KPUD meminta telaah KPU itu menyusul kejadian kemarin, ketika pendukung Damai menduduki kantor KPUD dari siang hingga Kamis dini hari pukul 00.00. Pasangan Damai diusung oleh koalisi PAN dan PKB hasil muktamar Semarang.

Pendukung Damai mengklaim, bahwa PKB di Ende yang sah dibawah kepemimpinan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Ende Abdul Kadir Musa Basa. Akan tetapi, pihak KPUD meloloskan Dian yang didukung oleh koalisi PPDI dan PKB yang kepengurusannya di Ende baru dilantik oleh Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB Muhaimin Iskandar.

Pendukung Damai menekan pihak KPUD supaya dilakukan pleno ulang khusus untuk Dian dengan Damai, serta meminta pihak KPUD melakukan klarifikasi ke DPP PKB tak hanya yang di kantor Jalan Sukabumi, tapi juga yang di Jalan Kalibata, Jakarta.

Pihak KPUD demi pertimbangan situasi yang kondusif di Ende akhirnya menyanggupi permintaan pendukung Damai. Namun pihak KPUD juga menegaskan, bahwa keputusan KPUD tetap akan mengacu hasil telaah tertulis dari KPU, bukan hasil dari klarifikasi ulang dengan pihak DPP PKB di Jalan Kalibata.


Editor :