Jumat, 1 Agustus 2014

News / Properti

Menghias Atap dengan Wuwungan

Jumat, 12 September 2008 | 13:19 WIB

HIASAN pada atap biasanya dipasang di bagian kerpus (bubungan rumah). Pada rumah tradisional Jawa, bubungan atau wuwungan biasanya dipasangi hiasan.

Selain berbentuk burung atau gunungan wayang, ada pula yang berbentuk kepala naga atau mahkota. Dengan hiasan wuwungan, tampilan atap Anda menjadi unik, cantik, dan mudah dikenali.

Hiasan ini terbuat dari tanah liat. Tidak sulit kok mencarinya. Anda bisa menemukannya di sentra-sentra penjual material. Ada dua jenis wuwungan yang dijual di pasaran, untuk dipasang di bagian paling atas rumah dan untuk dipasang di pinggir atap.

Selain yang terbuat dari tanah liat, sekarang ada pula yang terbuat dari logam atau seng. Sementara itu, untuk desain ada wuwungan lama yang tergolong antik dan wuwungan baru. Harga untuk wuwungan antik tentu jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga wuwungan desain modern.

Wuwungan yang terbuat dari tanah liat biasa disebut wuwungan tradisional karena pembuatannya masih dengan cara tradisional. Biasanya dibuat dengan memasukkan tanah liat ke dalam cetakan dari semen. Setelah kering, wuwungan diangin-anginkan selama seminggu atau dijemur selama tiga hari. Kemudian dimasukkan ke dalam oven atau dibakar di tumpukan kayu dan sampah daun.

Sebaiknya Anda menggunakan jasa tukang batu untuk pemasangan wuwungan agar lebih rapi. Pemasangannya tidak jauh berbeda dengan pemasangan kerpus. Wuwungan tradisional memiliki daya tahan cukup lama, yaitu hingga 30 tahun.

Tertarik untuk mencoba?

IDEA/ANISSA


Editor :
Sumber: