Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Posisi Ical Bakal Digoyang di Rapimnas Golkar?

Kompas.com - 22/11/2013, 03:55 WIB
Sabrina Asril

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Masih rendahnya elektabilitas Aburizal "Ical" Bakrie sebagai calon presiden dari Partai Golkar bukan isu tunggal dalam rapat pimpinan nasional kelima partai itu. Masa tugas Ical sebagai Ketua Umum Partai Golkar juga ramai dipersoalkan sejumlah pengurus daerah dalam rapat yang dijadwalkan berlangsung pada 22 sampai 23 November 2013 ini.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad mengakui banyak pengurus daerah yang mempersoalkan masa jabatan Ical. Terpilih dan ditetapkan pada 2009, masa jabatan Ical akan berakhir pada 2015.

Sementara itu, kata Fadel, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar menyatakan masa jabatan ketua umum adalah lima tahun. "Hal ini dinilai sejumlah pengurus daerah bertentangan. Saya rasa yang akan banyak dipersoalkan besok," ujar dia di sela acara makan malam bersama di kediaman Ical, Kamis (21/11/2013) malam.

Fadel mengatakan pada Musyawarah Nasional (Munas) 2009, Ketua Umum Partai Golkar saat itu, Jusuf Kalla, mengusulkan agar masa jabatan ketua umum pada periode berikutnya diperpanjang. Menurut Fadel, motif Kalla adalah memenangkan Surya Paloh yang menjadi kompetitor Ical untuk posisi ketua umum itu.

Ternyata Munas 2009 menempatkan Ical sebagai Ketua Umum Partai Golkar, dengan usul Kalla diterapkan. Namun, pengurus daerah mempersoalkan perpanjangan masa jabatan yang diperpanjang itu karena kemudian tak pernah ada perubahan AD/ART.

Fadel melihat persoalan masa jabatan Ical ini bisa mengancam posisi pemilik Bakrie Grup di tampuk kepemimpinan Partai Golkar. Pasalnya, forum rapimnas bisa menjadi ajang menggulirkan usul penyelenggaraan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) untuk melakukan pergantian ketua umum Partai Golkar pada 2014.

Incaran

Jika sampai usul penyelenggaraan munaslub digulirkan, diperkirakan rapimnas partai ini akan berjalan semakin panas. Banyak tokoh Partai Golkar akan berebut mengincar posisi puncak itu.

Posisi ketua umum dinilai cukup menggiurkan karena akan memiliki kuasa besar dalam Pemilihan Presiden 2014. "Ketua Umum Partai Golkar ini berkuasa dalam menentukan kabinet, menetapkan kebijakan koalisi, sampai persiapan pemilihan ketua umum baru. Sangat strategis dan sangat kuat," imbuh Fadel.

Fadel mencium gelagat ada upaya untuk mempercepat penyelesaian masa jabatan Ical. "Supaya mereka ini punya otoritas, kalau mereka terpilih ketua umum. Saya bisa mengerti ini, tapi harus dibawa ke munaslub," ujarnya.

Menilik bursa calon ketua umum Partai Golkar, saat ini sudah ada satu calon yang mendeklarasikan diri secara resmi. Dia adalah Wakil Ketua Umum Agung Laksono.

Agung mendapat dukungan penuh dari organisasi pendiri Partai Golkar, Kosgoro 1957. Deklarasi dilakukan pada awal November lalu. Agung pun menyatakan siap maju dalam kompetisi calon ketua umum Partai Golkar.

Nama lainnya yang sempat terdengar akan maju ialah Ade Komaruddin dan Fadel Muhammad. Namun, di sela acara perayaan ulang tahun Ical di kantor DPP Partai Golkar pekan lalu, Ade enggan berkomentar soal hal ini.

Menurut Ade, saat ini semua energi partai dan personelnya tengah fokus menyukseskan pemilu legislatif. "Jangan utak-atik soal (ketua umun partai) itu karena bisa mengganggu," kata dia.

Sementara Fadel mengaku sudah diminta oleh para pengurus daerah Golkar di wilayah Indonesia Timur. "Tapi, saya belum jawab apakah akan maju atau tidak, masih saya pertimbangkan," ujar dia.

Harapan Kosgoro

Bendahara Umum Kosgoro Setya Novanto membantah ada korelasi antara keluhan para pengurus daerah tentang masa jabatan Ical dan pendeklarasian Agung. Menurut dia, pendeklarasian Agung adalah hal yang wajar saja.

Setya pun mengatakan Agung sudah menyatakan tak akan membuat manuver dalam waktu dekat. "Pak Agung tetap menghormati mendukung kemajuan pilpres. Artinya, mendukung pemenangan Pak Aburizal. Itu yang saya tanyakan langsung sendiri dan sudah clear," ujar dia.

Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR ini pun mengaku belum mendengar ada pengurus daerah yang mengusulkan digelarnya munaslub. Dia berharap wacana itu jangan sampai dimunculkan dalam forum rapimnas.

"Mungkin itu hanya pemikiran pihak tertentu saja," harap Setya. Dia mengatakan rapimnas sudah diatur dengan baik dan sudah berjalan sesuai mekanisme yang ada. "Mudah-mudahan nggak ada (usul munaslub)," kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

MA Tunggu Aduan KPK, Usai Meminta Hakim yang Bebaskan Gazalba Saleh Diperiksa

MA Tunggu Aduan KPK, Usai Meminta Hakim yang Bebaskan Gazalba Saleh Diperiksa

Nasional
KY Dalami Putusan Hakim yang Bebaskan Gazalba Saleh di Putusan Sela

KY Dalami Putusan Hakim yang Bebaskan Gazalba Saleh di Putusan Sela

Nasional
Anak SYL Akui Usulkan Nama Isi Jabatan Eselon II di Kementan

Anak SYL Akui Usulkan Nama Isi Jabatan Eselon II di Kementan

Nasional
Tiga Kali, Hakim Agung Gazalba Saleh Lolos dari Jerat Hukum...

Tiga Kali, Hakim Agung Gazalba Saleh Lolos dari Jerat Hukum...

Nasional
Revisi UU MK: Upaya Kocok Ulang Hakim Konstitusi

Revisi UU MK: Upaya Kocok Ulang Hakim Konstitusi

Nasional
Kapolri Akan Temui Menko Polhukam di Tengah Isu Penguntitan Jampidsus oleh Densus

Kapolri Akan Temui Menko Polhukam di Tengah Isu Penguntitan Jampidsus oleh Densus

Nasional
[POPULER NASIONAL] Kapolri dan Jaksa Agung Ditegaskan Sudah Bergandengan | Jampidsus Dilaporkan ke KPK

[POPULER NASIONAL] Kapolri dan Jaksa Agung Ditegaskan Sudah Bergandengan | Jampidsus Dilaporkan ke KPK

Nasional
Tanggal 31 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 31 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Pertimbangan Hakim Tipikor Kabulkan Eksepsi Gazalba Dinilai Mengada-ada

Pertimbangan Hakim Tipikor Kabulkan Eksepsi Gazalba Dinilai Mengada-ada

Nasional
Ceritakan Operasi Ambil Alih Saham Freeport, Jokowi: Sebentar Lagi 61 Persen

Ceritakan Operasi Ambil Alih Saham Freeport, Jokowi: Sebentar Lagi 61 Persen

Nasional
109.898 Jemaah Calon Haji RI Sudah Tiba di Saudi, 17 Orang Wafat

109.898 Jemaah Calon Haji RI Sudah Tiba di Saudi, 17 Orang Wafat

Nasional
Gaji Karyawan Dipotong untuk Tapera, Jokowi: Semua Sudah Dihitung...

Gaji Karyawan Dipotong untuk Tapera, Jokowi: Semua Sudah Dihitung...

Nasional
Jokowi Bakal Lihat Kemampuan Fiskal untuk Evaluasi Harga BBM pada Juni

Jokowi Bakal Lihat Kemampuan Fiskal untuk Evaluasi Harga BBM pada Juni

Nasional
Kemenag Rilis Aplikasi Kawal Haji, Sarana Berbagi Informasi Jemaah

Kemenag Rilis Aplikasi Kawal Haji, Sarana Berbagi Informasi Jemaah

Nasional
Rakernas PDI-P Banyak Kritik Pemerintah, Jokowi: Itu Internal Partai, Saya Tak Akan Komentar

Rakernas PDI-P Banyak Kritik Pemerintah, Jokowi: Itu Internal Partai, Saya Tak Akan Komentar

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com