Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anggap Publikasikan Nama Calon Menteri Tidak Tepat, PAN: Tunggu Prabowo Minta Dulu

Kompas.com - 21/05/2024, 19:51 WIB
Adhyasta Dirgantara,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, menyebut nama-nama kader untuk disodorkan menjadi menteri di pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tidak tepat saat ini.

Sebab, menurut dia, bisa jadi Prabowo tidak meminta nama-nama yang disodorkan partai tertentu.

"Kalau ada orang yang nyebut nama di partai-partai itu menurut saya kurang tepat. Sebab apa? Sebab bisa jadi nama yang disebut itu ternyata bukan bidang dia yang diminta," ujar Saleh saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/5/2024).

Saleh menegaskan bahwa Prabowo yang akan meminta siapa-siapa yang akan menjadi menteri.

Baca juga: PAN Tak Mau Ada Partai Baru Dukung Prabowo Langsung Dapat 3 Menteri

Dia lantas mengatakan, banyak partai yang menyodorkan nama kadernya untuk menjadi menteri, padahal bukan keahliannya di bidang itu.

Oleh dari itu, Saleh menebut, partai harus menunggu Prabowo meminta nama terlebih dahulu.

"Katakanlah PAN diminta kedokteran atau dokter, misalnya untuk jadi Menteri Kesehatan, ya tentu kita akan kerja keras nyarinya ini," kata Saleh.

"Tunggu dulu yang dimintanya presiden siapa, itu nanti akan dibahas oleh ketum (ketua umum) di tingkat internal, lalu nanti baru ditetapkan begitu. Itu yang wise, itu yang bijak," ujarnya lagi.

Baca juga: PAN Klaim Dapat Jatah 4 Menteri, Zulkifli hingga Viva Yoga Mauladi

Lebih lanjut, Saleh mengatakan, tidak boleh ada kader partai yang menyebut sudah ada kepastian mengenai jatah menteri yang didapat.

Dia mengingatkan bahwa ada mekanisme yang digunakan setiap partai untuk mendorong kader-kader terbaiknya menjadi menteri.

"Meskipun tentu pastilah ketum akan membicarakan secara internal sebelum mengambil keputusan gitu, sama seperti presiden. Kalaupun dia punya hak prerogatif pastilah dia akan menceritakan hal itu kepada partai-partai koalisi pendukungnya, enggak mungkin langsung presiden tiba-tiba menetapkan secara sepihak, tidak mungkin," kata Saleh.

"Namanya berteman, kalau berteman pasti sharing. Kalau sharing itu apa? Sharing banyak hal. Bukan hanya pikiran saja, bukan hanya kesusahan saja, ya kan? Kebahagiaan, tantangan ke depan juga harus di-sharing untuk bersama-sama untuk kemajuan Indonesia," ujarnya lagi.

Baca juga: Bantah Dapat Jatah 4 Menteri dari Prabowo, PAN: Jangan Tanggung-tanggung, 6 Lebih Masuk Akal

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Waketum Golkar Tak Tahu Koalisi Prabowo Tawarkan PKS Kursi Cawagub Jakarta

Waketum Golkar Tak Tahu Koalisi Prabowo Tawarkan PKS Kursi Cawagub Jakarta

Nasional
SYL Jalani Sidang Tuntutan Perkara Pemerasan pada 28 Juni, Vonis 11 Juli

SYL Jalani Sidang Tuntutan Perkara Pemerasan pada 28 Juni, Vonis 11 Juli

Nasional
PT DKI Jakarta Gelar Sidang Putusan Banding Eks Sekretaris MA Hasbi Hasan

PT DKI Jakarta Gelar Sidang Putusan Banding Eks Sekretaris MA Hasbi Hasan

Nasional
SYL Jadi Saksi Mahkota Kasus Pemerasan di Kementan Pekan Depan

SYL Jadi Saksi Mahkota Kasus Pemerasan di Kementan Pekan Depan

Nasional
7 Fakta Baru Kasus Pembunuhan “Vina Cirebon” Versi Polri

7 Fakta Baru Kasus Pembunuhan “Vina Cirebon” Versi Polri

Nasional
Golkar: Elektabilitas Ridwan Kamil di Jakarta Merosot Setelah Anies-Ahok Muncul

Golkar: Elektabilitas Ridwan Kamil di Jakarta Merosot Setelah Anies-Ahok Muncul

Nasional
Yusril Ungkap Alasan Tanda Tangani Pencopotan Afriansyah Noor meski Bukan Ketum PBB Lagi

Yusril Ungkap Alasan Tanda Tangani Pencopotan Afriansyah Noor meski Bukan Ketum PBB Lagi

Nasional
Prabowo Akan Terima Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Utama dari Polri

Prabowo Akan Terima Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Utama dari Polri

Nasional
[POPULER NASIONAL] Kaesang Diprediksi 'Out' jika PKS Gabung Koalisi Prabowo di Pilkada Jakarta | Harun Masiku Disebut Lari ke Tempat yang Lebih Tersembunyi

[POPULER NASIONAL] Kaesang Diprediksi "Out" jika PKS Gabung Koalisi Prabowo di Pilkada Jakarta | Harun Masiku Disebut Lari ke Tempat yang Lebih Tersembunyi

Nasional
Eks Penyidik Ingatkan KPK Jangan Terlalu Umbar Informasi soal Harun Masiku ke Publik

Eks Penyidik Ingatkan KPK Jangan Terlalu Umbar Informasi soal Harun Masiku ke Publik

Nasional
Polri Sebut Penangkapan Pegi Setiawan Tak Gampang, Pindah Tempat hingga Ubah Identitas

Polri Sebut Penangkapan Pegi Setiawan Tak Gampang, Pindah Tempat hingga Ubah Identitas

Nasional
Kisruh PBB, Afriansyah Noor Disebut Tolak Tawaran Jadi Sekjen Fahri Bachmid

Kisruh PBB, Afriansyah Noor Disebut Tolak Tawaran Jadi Sekjen Fahri Bachmid

Nasional
Ikuti Perintah SYL Kumpulkan Uang, Eks Sekjen Kementan Mengaku Takut Kehilangan Jabatan

Ikuti Perintah SYL Kumpulkan Uang, Eks Sekjen Kementan Mengaku Takut Kehilangan Jabatan

Nasional
Antisipasi Karhutla, BMKG Bakal Modifikasi Cuaca di 5 Provinsi

Antisipasi Karhutla, BMKG Bakal Modifikasi Cuaca di 5 Provinsi

Nasional
Hargai Kerja Penyidik, KPK Enggan Umbar Detail Informasi Harun Masiku

Hargai Kerja Penyidik, KPK Enggan Umbar Detail Informasi Harun Masiku

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com