2 Pasien Covid-19 Omicron Meninggal Dunia, Anggota DPR Minta Pemerintah Tentukan Parameter Rem Darurat

Kompas.com - 24/01/2022, 07:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati, meminta pemerintah menentukan parameter kegawatdaruratan Covid-19 di masa penularan varian Omicron saat ini. Pemerintah telah mengumumkan ada kasus meninggal dunia akibat terpapar varian Omicron.

"Laporan perawatan rumah sakit juga menunjukkan tren meningkat kembali. Pemerintah seharusnya menentukan parameter, saat tercapai indikator apa harus segera ditarik rem darurat," kata Mufida melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (23/1/2022).

Baca juga: CDC Sebut Vaksin Booster Pfizer 90 Persen Efektif Lawan Infeksi Omicron

"Adanya kasus konfirmasi Omicron meninggal dengan komorbid dan mulai lagi kasus harian di atas 3.000 adalah alarm untuk peningkatan level kewaspadaan," ujar dia.

Pemerintah dinilai harus mulai bergerak serius meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi maksimum terhadap kemungkinan lonjakan kasus Covid-19. Pasalnya, varian Omicron jauh lebih menular dibandingkan varian Delta.

Pengalaman krisis sistem kesehatan akibat terpaan varian Delta pada pertengahan 2021 seharusnya menjadi pelajaran pemerintah agar tak mengulangi kesalahan yang sama kali ini.

Ia menyoroti kebijakan pemerintah yang justru tak sensitif terhadap keadaan, mulai dari kebijakan keluar-masuk orang melalui penerbangan internasional hingga pembelajaran di sekolah.

Baca juga: 2 Kasus Kematian Pasien Omicron di RI, Tanda Bahaya Untuk Orang Berpenyakit Komorbid

"Misalnya soal karantina, pencabutan pembatasan saat Nataru, pencabutan larangan masuk bagi 14 negara asal Omicron justru pada saat kasus Omicron di Indonesia tengah naik," kata dia.

"Wilayah yang mengalami peningkatan kasus cukup signifikan seperti DKI Jakarta (seharusnya) tidak memaksakan kebijakan PTM (pembelajaran tatap muka) 100 persen. Sebab beberapa daerah tidak berani mengurangi kapasitas PTM 100 persen sebab menjadi kebijakan dari pusat," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.