Kemenkes Sebut Rendahnya Vaksinasi Lansia-Remaja serta Hoaks Jadi Tantangan Penanganan Pandemi

Kompas.com - 04/11/2021, 17:48 WIB
dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid, Direktur P2PML Kementerian Kesehatan dalam seminar bertajuk Stigma TBC dan Hambatan Sosial Lainnya yang diselenggarakan secara daring oleh Stop TB Partnership Indonesia (STPI) bersama Perhimpunan Organisasi pPasien Tuberkulosis (POP TB) Indonesia dengan dukungan STOP TB Partnership Global pada Senin (14/6). dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid, Direktur P2PML Kementerian Kesehatan dalam seminar bertajuk Stigma TBC dan Hambatan Sosial Lainnya yang diselenggarakan secara daring oleh Stop TB Partnership Indonesia (STPI) bersama Perhimpunan Organisasi pPasien Tuberkulosis (POP TB) Indonesia dengan dukungan STOP TB Partnership Global pada Senin (14/6).

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan masih ada sejumlah tantangan pemerintah dalam penanganan pandemi terkait percepatan vaksinasi Covid-19.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes sekaligus Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengatakan, salah satunya yaitu soal masih rendahnya capaian vaksinasi lansia.

“Artinya ini merupakan PR kita nih karena jumlah lansia yang divaksin di negara kita ini masih sangat kecil,” kata Nadia dalam diskusi virtual, Kamis (4/11/2021).

Baca juga: UPDATE 4 November: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 36,82 Persen dari Target

Nadia menyebutkan, capaian vaksinasi lansia dosis pertama masih 41 persen dan dosis kedua baru 25 persen.

Selanjutnya, ia mengatakan, capaian vaksinasi terhadap remaja atau anak usia 12-17 tahun juga masih rendah.

Adapun, capaian vaksinasi remaja dosis pertama baru berkisar 18 persen dan suntikan dosis kedua sekitar 14 persen.

“Jadi ada beberapa hal terkait tentunya tantangan kita adalah bagaimana mendorong vaksinasi seperti juga pada remaja,” ujar Nadia.

Di sisi lain, Nadia menilai hoaks terkait vaksinasi juga masih menjadi tantangan yang dihadapi pemerintah.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 6-11 Tahun Diperkirakan pada Awal 2022

Menurut Nadia, perlu ada langkah terkait sosialisasi dan edukasi terkait pandemi Covid-19 di Indonesia.

Ia berharap, masyarakat bisa memahami Covid-19 dan mulai mempersiapkan diri untuk bisa berdampingan dengan Covid-19.

“Mungkin ini yang harus kita terus lakukan, bagaimana sosialisasi edukasi agar pemahaman masyarakat,” ucap Nadia.

“Kita juga kemudian bisa mengiringi bagaimana nanti kita hidup berdampingan dengan Covid-19 karena kalau situasi pandemi ini sudah selesai bukan berarti kita aman dari Covid,” imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.