Angka Kematian Tinggi, Luhut Sebut Penanganan Pasien Covid-19 di RS Rujukan Belum Maksimal

Kompas.com - 24/09/2020, 12:39 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan saat melakukan video conferrence di ruang kerjanya, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Dokumentasi Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan saat melakukan video conferrence di ruang kerjanya, Jakarta, Jumat (14/8/2020).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bahwa penanganan pasien Covid-19 saat ini belum maksimal di sejumlah rumah sakit rujukan.

Dengan demikian, angka kematian pasien Covid-19 pun terus meningkat.

Hal itu disampaikan Luhut dalam acara Mata Najwa di kanal YouTube Najwa Shihab, Kamis (24/9/2020). Kompas.com sudah meminta izin Najwa Shihab untuk mengutip wawancaranya dengan Luhut.

Baca juga: Luhut Sebut Jokowi Punya Hati, Bisa Tunda Pilkada jika Bahayakan Keselamatan Rakyat

"Kita lihat berapa jumlah meninggal dari Agustus sampai sekarang September. Nah, itu berapa yang meninggal per hari per minggu. Kemudian rumah sakit asal mana saja yang (pasiennya) meninggal," kata Luhut.

"Dari situ kita bisa membuat analisis ini harus diperbaiki. Bahwa sekarang belum ada perbaikan signifikan, sama sekali belum. Tapi, saya pikir kalau tadi penanganan rumah sakit bisa lebih baik, bisa (optimal)," ujar Luhut.

Untuk itu, kini ia menginstruksikan semua rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta untuk menyamakan prosedur standar operasional (standar operational procedure/SOP) dalam merawat pasien Covid-19.

Ia mengatakan, tak boleh ada ketimpangan SOP dalam merawat pasien Covid-19 di rumah sakit.

Oleh karena itu, ia dan timnya kini tengah meningkatkan dan menyamakan standar perawatan pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat di rumah sakit rujukan Covid-19.

Luhut mengatakan, program ini dimulai di 61 rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta.

Baca juga: Luhut: Tak Ada Perintah Presiden yang Tak Bisa Saya Selesaikan

"Di Jakarta dulu ya, kalau kita bicara 61 rumah sakit di Jakarta rujukan ini bisa punya standar sama di ICU-nya, obatnya, penanganan dokter, dan alat-alatnya. Saya perintahin mereka lakukan itu," ucap Luhut.

"Itu disosialisasikan besok Jumat saya akan cek di rumah sakit itu sudah jalan belum (SOP). Kita melihat itu berharap bisa mengurangi angka kematian," lanjut Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menko PMK Sebut Ketimpangan Distribusi Dokter Jadi Tantangan Terbesar Kesehatan Nasional

Menko PMK Sebut Ketimpangan Distribusi Dokter Jadi Tantangan Terbesar Kesehatan Nasional

Nasional
UPDATE 25 Oktober: 1.668 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, Kasus Perdana di Polandia dan Portugal

UPDATE 25 Oktober: 1.668 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, Kasus Perdana di Polandia dan Portugal

Nasional
UPDATE 25 Oktober: 2.497 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

UPDATE 25 Oktober: 2.497 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Nasional
Menko PMK Akui Rokok Penghasil Devisa Tertinggi, tetapi Sebabkan Kerugian Kesehatan yang Besar

Menko PMK Akui Rokok Penghasil Devisa Tertinggi, tetapi Sebabkan Kerugian Kesehatan yang Besar

Nasional
Tingkatkan Kesejahteraan Warga Desa, Kemendes Luncurkan Program JPS

Tingkatkan Kesejahteraan Warga Desa, Kemendes Luncurkan Program JPS

Nasional
Ini Topik yang Dibicarakan Prabowo Saat Bertemu Menhan Turki

Ini Topik yang Dibicarakan Prabowo Saat Bertemu Menhan Turki

Nasional
Menko PMK: Rokok Salah Satu Penghambat Pembangunan Manusia di Indonesia

Menko PMK: Rokok Salah Satu Penghambat Pembangunan Manusia di Indonesia

Nasional
Jadi Tersangka karena Diduga Hina NU, Gus Nur Ditahan 20 Hari

Jadi Tersangka karena Diduga Hina NU, Gus Nur Ditahan 20 Hari

Nasional
Pandemi Covid-19 dan Apresiasi untuk Dokter pada Hari Dokter Nasional...

Pandemi Covid-19 dan Apresiasi untuk Dokter pada Hari Dokter Nasional...

Nasional
Kompol IZ Jadi Kurir Narkoba di Riau, Mabes Polri: Ancamannya Hukuman Mati

Kompol IZ Jadi Kurir Narkoba di Riau, Mabes Polri: Ancamannya Hukuman Mati

Nasional
Menkes: Terima Kasih atas Pengabdian Tulus Para Dokter...

Menkes: Terima Kasih atas Pengabdian Tulus Para Dokter...

Nasional
Ketum Golkar: Target Menang Pilkada 60 Persen, Langkah Awal Rebut Kejayaan 2024

Ketum Golkar: Target Menang Pilkada 60 Persen, Langkah Awal Rebut Kejayaan 2024

Nasional
Jokowi Ungkap Alasan RUU Cipta Kerja Dikebut di Tengah Pandemi

Jokowi Ungkap Alasan RUU Cipta Kerja Dikebut di Tengah Pandemi

Nasional
Ketum Golkar: UU Cipta Kerja Terobosan Historis Tanpa Paksaan Siapa Pun

Ketum Golkar: UU Cipta Kerja Terobosan Historis Tanpa Paksaan Siapa Pun

Nasional
Kasus Red Notice, Djoko Tjandra dan 2 Jenderal Polisi Jalani Sidang Perdana Selasa Pekan Depan

Kasus Red Notice, Djoko Tjandra dan 2 Jenderal Polisi Jalani Sidang Perdana Selasa Pekan Depan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X