JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengakui, pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta berdampak terhadap ekonomi.
“Memang PSBB dampaknya kita lihat ada," kata Budi dalam keterangan pers, Rabu (16/9/2020).
Budi tak merinci dampak seperti apa yang ditimbulkan oleh pengetatan PSBB ini.
Baca juga: Hari Ketiga Pengetatan PSBB, DKI Catat Rekor Tertinggi Penambahan Kasus Harian Covid-19
Namun, ia bersyukur dalam waktu yang singkat sentimen pelaku pasar bisa kembali sehingga indeks harga saham gabungan (IHSG) bisa kembali bangkit.
"Kalau saya lihat IHSG sudah kembali di atas 5.000 dalam beberapa hari terakhir dan saya harapkan ke depannya akan terus membaik," kata dia.
Pada Kamis (10/9/2020) pada pukul 10.36 WIB, IHSG turun tajam sebesar 5 persen pada level 4.892,87 atau turun 257,49 poin.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pun menyebut bahwa penurunan IHSG itu disebabkan karena pengumuman Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di malam harinya.
Namun, Budi bersyukur kini keadaan sudah lebih baik.
"Dan saya harapkan ke depannya akan terus membaik,” ujar dia.
Baca juga: Kapolda Metro Jaya: Melanggar PSBB Bisa Dipidana!
Budi pun menegaskan, pemerintah akan terus berupaya mempercepat penyerapan anggaran untuk berbagai bantuan dan stimulus kepada masyarakat.
Menurut dia, sampai saat ini anggaran yang sudah terserap Rp 87,5 triliun.
Hingga akhir September, pemerintah menargetkan penyaluran berbagai bantuan bisa terus ditingkatkan hingga menyentuh Rp 100 triliun.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.