Satgas PEN Akui PSBB DKI Jakarta Ada Dampaknya ke Ekonomi, tetapi Kini Lebih Baik

Kompas.com - 16/09/2020, 19:17 WIB
Petugas saat membersihkan jalan trotoar di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). PSBB kembali diterapkan tanggal 14 September 2020, berbagai aktivitas kembali dibatasi yakni aktivitas perkantoran, usaha, transportasi, hingga fasilitas umum. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas saat membersihkan jalan trotoar di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). PSBB kembali diterapkan tanggal 14 September 2020, berbagai aktivitas kembali dibatasi yakni aktivitas perkantoran, usaha, transportasi, hingga fasilitas umum.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengakui, pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta berdampak terhadap ekonomi.

“Memang PSBB dampaknya kita lihat ada," kata Budi dalam keterangan pers, Rabu (16/9/2020).

Budi tak merinci dampak seperti apa yang ditimbulkan oleh pengetatan PSBB ini.

Baca juga: Hari Ketiga Pengetatan PSBB, DKI Catat Rekor Tertinggi Penambahan Kasus Harian Covid-19

 

Namun, ia bersyukur dalam waktu yang singkat sentimen pelaku pasar bisa kembali sehingga indeks harga saham gabungan (IHSG) bisa kembali bangkit.

"Kalau saya lihat IHSG sudah kembali di atas 5.000 dalam beberapa hari terakhir dan saya harapkan ke depannya akan terus membaik," kata dia.

Pada Kamis (10/9/2020) pada pukul 10.36 WIB, IHSG turun tajam sebesar 5 persen pada level 4.892,87 atau turun 257,49 poin.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pun menyebut bahwa penurunan IHSG itu disebabkan karena pengumuman Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di malam harinya.

Namun, Budi bersyukur kini keadaan sudah lebih baik.

"Dan saya harapkan ke depannya akan terus membaik,” ujar dia. 

Baca juga: Kapolda Metro Jaya: Melanggar PSBB Bisa Dipidana!

Budi pun menegaskan, pemerintah akan terus berupaya mempercepat penyerapan anggaran untuk berbagai bantuan dan stimulus kepada masyarakat.

Menurut dia, sampai saat ini anggaran yang sudah terserap Rp 87,5 triliun.

Hingga akhir September, pemerintah menargetkan penyaluran berbagai bantuan bisa terus ditingkatkan hingga menyentuh Rp 100 triliun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X