Pemerintah Klaim Laboratorium Berpotensi Periksa 30.900 Spesimen Per Hari

Kompas.com - 17/06/2020, 08:08 WIB
Ilustrasi pasien virus corona, virus corona ShutterstockIlustrasi pasien virus corona, virus corona
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengklaim bahwa potensi laboratorium yang ada saat ini dapat memeriksa spesimen Covid-19 hingga 30.900 spesimen per hari.

Namun, proses pemeriksaan tersebut belum berjalan maksimal karena ada beberapa faktor.

"Realisasi paling banyak saat ini masih 19.000-an. Berarti masih ada 10.000 potensi yang belum maksimal," kata Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (BPPK) Kementerian Kesehatan Abdul Kadir, seperti dilansir Antara, Selasa (16/6/2020).

Jam operasional laboratorium yang hanya enam jam, sebut dia, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan proses pemeriksaan spesimen belum maksimal.

Selain itu, ada beberapa laboratorium yang libur pada akhir pekan.

Oleh karena itu, BPPK akan mengoptimalkan kinerja laboratorium yang ada dengan memperpanjang jam kerja hingga 12 jam per hari.

Baca juga: Sebaran 1.106 Kasus Baru Covid-19 di 27 Provinsi, Jawa Timur Tertinggi

Namun, realisasi dari penambahan jam kerja itu turut berdampak pada penambahan sumber daya manusia (SDM) yang akan memeriksa spesimen yang dikirimkan ke laboratorium.

"Tidak mungkin tenaga laboratorium dipaksakan bekerja lebih dari delapan jam. Mereka malah bisa rentan terinfeksi karena kelelahan dan hasilnya menjadi tidak maksimal," kata dia.

Sejak Senin (15/6/2020), BPPK telah melatih 300 tenaga laboratorium yang rencananya dilangsungkan selama lima hari ke depan.

Kadir menambahkan, pelatihan itu diberikan secara komprehensif karena para tenaga laboratorium harus memahami prosedur standar operasional dalam memeriksa spesimen Covid-19.

"Untuk efisiensi, kami juga akan merekrut dosen dan mahasiswa politeknik kesehatan yang sekaligus bisa menjadi lahan praktik bagi para mahasiswa," ujarnya.

Baca juga: UPDATE: Tambah 1.106, Kini Ada 40.400 Kasus Covid-19 di Indonesia

Saat ini, ia mengatakan, terdapat 139 laboratorium milik kementerian/lembaga, rumah sakit, dan swasta yang bisa memeriksa spesimen Covid-19.

Jumlah ini bertambah bila dibandingkan pada saat kasus Covid-19 diumumkan pertama kali di Indonesia pada awal Maret lalu. Saat itu, hanya terdapat empat laboratorium yang bisa memeriksa spesimen Covid-19, yaitu BPPK, Lembaga Eijkman, Laboratorium Mikrobiologi Universitas Indonesia, dan Universitas Airlangga.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wapres Akui Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Lamban

Wapres Akui Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Lamban

Nasional
Resmi Dilantik, Bupati IDP Bertekat Wujudkan Visi Luwu Utara

Resmi Dilantik, Bupati IDP Bertekat Wujudkan Visi Luwu Utara

Nasional
Beri Dukungan ke Anggota Keluarga yang Terpapar Covid-19, Satgas Sarankan 4 Hal Ini

Beri Dukungan ke Anggota Keluarga yang Terpapar Covid-19, Satgas Sarankan 4 Hal Ini

Nasional
Tahanan KPK Bukan Prioritas, Pimpinan DPR Minta Kemenkes Mengevaluasi

Tahanan KPK Bukan Prioritas, Pimpinan DPR Minta Kemenkes Mengevaluasi

Nasional
Biaya Vaksinasi Gotong Royong untuk Buruh dan Karyawan Swasta Ditanggung Perusahaan

Biaya Vaksinasi Gotong Royong untuk Buruh dan Karyawan Swasta Ditanggung Perusahaan

Nasional
Vaksinasi Gotong Royong Tak Pakai Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer

Vaksinasi Gotong Royong Tak Pakai Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer

Nasional
Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong untuk Percepat Kekebalan Komunitas

Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong untuk Percepat Kekebalan Komunitas

Nasional
Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong Gratis untuk Karyawan dan Keluarga

Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong Gratis untuk Karyawan dan Keluarga

Nasional
UPDATE 26 Februari: Sebaran 8.232 Kasus Baru Covid-19 di 34 Provinsi, Jabar Tertinggi

UPDATE 26 Februari: Sebaran 8.232 Kasus Baru Covid-19 di 34 Provinsi, Jabar Tertinggi

Nasional
Jokowi Sebut Transformasi Digital Pintu Masuk UMKM ke 'Marketplace'

Jokowi Sebut Transformasi Digital Pintu Masuk UMKM ke "Marketplace"

Nasional
UPDATE: 1.583.581 Nakes Sudah Divaksinasi, 865.870 di Antaranya Telah Disuntik Dosis Kedua

UPDATE: 1.583.581 Nakes Sudah Divaksinasi, 865.870 di Antaranya Telah Disuntik Dosis Kedua

Nasional
Sekjen DPR Sebut Vaksinasi di DPR Berlakukan Protokol Ketat, Bukan Tertutup

Sekjen DPR Sebut Vaksinasi di DPR Berlakukan Protokol Ketat, Bukan Tertutup

Nasional
UPDATE 26 Februari: Ada 75.822 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 26 Februari: Ada 75.822 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
Bonus Demografi Berpeluang Tingkatkan Perekonomian Nasional, Asal ...

Bonus Demografi Berpeluang Tingkatkan Perekonomian Nasional, Asal ...

BrandzView
Satgas Sebut 80.000 Duta Perubahan Perilaku Akan Bantu PPKM Mikro

Satgas Sebut 80.000 Duta Perubahan Perilaku Akan Bantu PPKM Mikro

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X