Kompas.com - 03/04/2020, 19:31 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (26/3/2020). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (26/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan, Jawa Barat telah menganggarkan sebesar Rp 16 triliun untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19.

Jumlah tersebut terdiri dari Rp 3,2 triliun anggaran tunai dan pangan yang akan dibagikan kepada masyarakat terdampak, serta Rp 13 triliun untuk proyek-proyek padat karya.

"Total anggaran dari Jawa Barat untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 ini Rp 16 triliun," ujar Ridwan dalam laporannya kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin melalui video conference, Jumat (3/4/2020).

"Terdiri dari Rp 3,2 triliun anggaran tunai dan pangan yang akan dibagikan secepatnya minggu depan jika lancar dan Rp 13 triliun untuk proyek-proyek padat karya," kata pria yang akrab disapa Kang Emil ini.

Baca juga: Lapor ke Wapres, Ridwan Kamil Minta Pemerintah Perbanyak Tes Covid-19

Adapun jumlah sebesar Rp 3,2 triliun tersebut merupakan tanggungan Pemprov Jawa Barat yang meng-cover warga menengah ke bawah di zona 25-40 persen.

Sisanya, sebanyak 25 persen ke bawah di-cover oleh pemerintah pusat melalui kartu sembako dan kartu program keluarga harapan (PKH).

Ia mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan Rp 500.000 yang akan dibagikan minggu depan jika lancar.

Jumlah tersebut akan dibagikan berupa 1/3 uang tunai atau sebesar Rp 150.000 dan 2/3 sembako senilai Rp 350.000.

"Sembako beli dari pasar-pasar supaya pedagang tetap hidup, kalau tidak tercukupi beli dari Bulog. Dikirimnya oleh PT POS, dia punya aplikasi logistik tapi pasukannya dari ojek online," kata Emil.

Baca juga: Mensos Dorong Kepala Daerah Ikut Beri Bansos untuk Warga Terdampak Covid-19

Sementara untuk proyek padat karya sebesar Rp 13 triliun akan digunakan apabila pandemi Covid-19 ini sudah turun yang diprediksi ilmiah pada akhir Juni.

"Jadi kalau setelah pandemi turun yang Insya Allah katanya akhir Juni, maka setelah itu banyak pengangguran. Pengangguran-pengangguran akan dipekerjakan di program padat karya, senilai Rp 13 triliun," kata Ridwan Kamil.

Seluruh nilai dan peruntukan anggaran tersebut, kata dia, sudah disepakati dengan DPRD.

Pemprov Jabar juga menghentikan berbagai macam proyek, perjalanan dinas, hingga memotong gaji gubernur serta tunjangan ASN.

Saat ini, proses pendataan bagi calon penerima bantuan sosial tersebut masih berlangsung.

Baca juga: Pemakaman Pasien Corona Ditolak Warga, Ini Solusi Ridwan Kamil



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

Nasional
RI dan Papua Nugini Usut Video Warga PNG Dukung KKB Papua

RI dan Papua Nugini Usut Video Warga PNG Dukung KKB Papua

Nasional
Fraksi PKS Minta PBB dan Negara Islam Desak Israel Hentikan Serangan ke Palestina

Fraksi PKS Minta PBB dan Negara Islam Desak Israel Hentikan Serangan ke Palestina

Nasional
Kakorlantas: Puncak Arus Balik Libur Lebaran Akhir Pekan, 1,5 Juta Pemudik Kembali

Kakorlantas: Puncak Arus Balik Libur Lebaran Akhir Pekan, 1,5 Juta Pemudik Kembali

Nasional
Ini Alasan Pemerintah Tak Tambah Provinsi yang Berlakukan PPKM Mikro Usai Larangan Mudik

Ini Alasan Pemerintah Tak Tambah Provinsi yang Berlakukan PPKM Mikro Usai Larangan Mudik

Nasional
Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Nasional
Pimpinan DPR Kritik Pemprov DKI soal Kerumunan di Ancol

Pimpinan DPR Kritik Pemprov DKI soal Kerumunan di Ancol

Nasional
Tempat Wisata Ramai Pengunjung, Menko Perekonomian: Wajib Ikuti Protokol Kesehatan

Tempat Wisata Ramai Pengunjung, Menko Perekonomian: Wajib Ikuti Protokol Kesehatan

Nasional
Antisipasi Arus Balik, Kemenhub Siapkan Pos Tes Swab Antigen di Pelabuhan Bakauheni dan Gilimanuk

Antisipasi Arus Balik, Kemenhub Siapkan Pos Tes Swab Antigen di Pelabuhan Bakauheni dan Gilimanuk

Nasional
Meski Dilarang Mudik, Masyarakat Menyeberang dari Merak ke Lampung 440.014 Orang

Meski Dilarang Mudik, Masyarakat Menyeberang dari Merak ke Lampung 440.014 Orang

Nasional
UPDATE: 4.596 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri, Tambah 8 di Singapura

UPDATE: 4.596 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri, Tambah 8 di Singapura

Nasional
Kakorlantas: 600.000 Kendaraan Diputarbalikkan, 600 Travel Gelap Ditindak

Kakorlantas: 600.000 Kendaraan Diputarbalikkan, 600 Travel Gelap Ditindak

Nasional
Tahun 2021, Kemensos Targetkan Berdayakan 2.500 KK Warga Komunitas Adat Terpencil

Tahun 2021, Kemensos Targetkan Berdayakan 2.500 KK Warga Komunitas Adat Terpencil

Nasional
Kakorlantas Klaim Penyekatan Efektif, Jumlah Pemudik Turun Drastis

Kakorlantas Klaim Penyekatan Efektif, Jumlah Pemudik Turun Drastis

Nasional
BMKG: Gempa Nias Barat Tak Berpotensi Tsunami, Getaran Dirasakan hingga Aceh

BMKG: Gempa Nias Barat Tak Berpotensi Tsunami, Getaran Dirasakan hingga Aceh

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X