Stafsus Presiden Minta Anak Muda Perangi Hoaks soal Virus Corona

Kompas.com - 23/03/2020, 11:47 WIB
Ilustrasi Covid-19 ShutterstockIlustrasi Covid-19
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus (Stafsus) milenial Presiden Joko Widodo (Jokowi) Adamas Belva Syah Devara mengatakan, anak muda harus memerangi hoaks terkait virus corona (Covid-19).

Menurut dia, anak muda memiliki kewajiban untuk memberi informasi yang benar kepada masyarakat.

"Kalau ada yang hoaks sebagai anak muda itu adalah kewajiban untuk bilang bahwa lihat dulu sumbernya ini hoaks," kata Belva di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020).

Baca juga: Viral Sepekan: Hoaks, Karantina Parsial | Foto Alcohol Swab Bersihkan Virus Corona

Belva juga meminta anak muda untuk menghentikan menyebarkan hoaks dan lebih banyak menyebarkan informasi yang berguna bagi masyarakat.

"Karena kita semua sekecil apapun influence atau pengaruh kita kita itu pasti ada di salah satu grup. Disitu banyak informasi berseliweran," ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melaporkan sebanyak lima kasus hoaks tentang virus corona kepada pihak kepolisian.

Menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, kelima kasus tersebut telah diusut Polda Kalimantan Timur dan Polda Kalimantan Barat.

"Saat ini total ada lima kasus. Dua kasus hoaks yang sudah ditangani di Polda Kalimantan timur, dua kasus di Polda Kalimantan Barat dan terakhir ada di salah satu bandara di Jakarta," ungkap Semuel.

Baca juga: Viral 5 Kecamatan di Lampung Red Zone Covid-19, Dinkes: Itu Hoaks

Semuel mengatakan, pihaknya melaporkan kelima kasus hoaks tersebut karena sudah dianggap berlebihan dan membuat suasan menjadi tidak kondusif.

"Kasusnya kebangetan, karena mendesain, menciptakan suasana tidak kondusif. Ya kami langsung proses," lanjutnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pimpinan DPR Dorong Pemerintah Berikan Kejelasan Status 34.000 Guru PPPK Tahun 2019

Pimpinan DPR Dorong Pemerintah Berikan Kejelasan Status 34.000 Guru PPPK Tahun 2019

Nasional
Mahfud Minta Obligor BLBI Sukarela Bayar Utang ke Negara

Mahfud Minta Obligor BLBI Sukarela Bayar Utang ke Negara

Nasional
Didakwa Terima Pemberian 25,7 Miliar, Edhy Prabowo Tak Ajukan Keberatan

Didakwa Terima Pemberian 25,7 Miliar, Edhy Prabowo Tak Ajukan Keberatan

Nasional
Jokowi Ingin Zakat Digunakan untuk Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

Jokowi Ingin Zakat Digunakan untuk Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

Nasional
Jokowi: Saya Imbau Pejabat Negara, Daerah hingga Swasta Bayar Zakat

Jokowi: Saya Imbau Pejabat Negara, Daerah hingga Swasta Bayar Zakat

Nasional
34 Napi Terorisme dari JAD hingga Simpatisan ISIS Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

34 Napi Terorisme dari JAD hingga Simpatisan ISIS Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

Nasional
Seorang DPO Teroris di Jakarta Menyerahkan Diri ke Polsek Pasar Minggu

Seorang DPO Teroris di Jakarta Menyerahkan Diri ke Polsek Pasar Minggu

Nasional
Soal Reshuffle Kabinet, PAN: Sejak Awal Kami Dukung Kebijakan Pemerintah

Soal Reshuffle Kabinet, PAN: Sejak Awal Kami Dukung Kebijakan Pemerintah

Nasional
Mahfud: Hitungan Terakhir, Utang BLBI ke Negara Rp 110 Triliun Lebih

Mahfud: Hitungan Terakhir, Utang BLBI ke Negara Rp 110 Triliun Lebih

Nasional
Marak Ajakan Poligami Lewat Medsos, Guru Besar UI: Banyak Masyarakat yang Keliru Paham

Marak Ajakan Poligami Lewat Medsos, Guru Besar UI: Banyak Masyarakat yang Keliru Paham

Nasional
Nasdem Buka Peluang Generasi Z Jadi Caleg 2024

Nasdem Buka Peluang Generasi Z Jadi Caleg 2024

Nasional
Edhy Prabowo Didakwa Terima Suap Rp 25,7 Miliar Terkait Izin Ekspor Benur

Edhy Prabowo Didakwa Terima Suap Rp 25,7 Miliar Terkait Izin Ekspor Benur

Nasional
PKS Dorong Pemerintah Jadikan RUU Perampasan Aset sebagai Prioritas

PKS Dorong Pemerintah Jadikan RUU Perampasan Aset sebagai Prioritas

Nasional
Vaksin Nusantara Menambah Kontroversi DPR Saat Pandemi, Ini Daftar Polemiknya

Vaksin Nusantara Menambah Kontroversi DPR Saat Pandemi, Ini Daftar Polemiknya

Nasional
BMKG Dorong Pemda Tingkatkan Mitigasi dan Kewaspadaan Warga Terhadap Bencana

BMKG Dorong Pemda Tingkatkan Mitigasi dan Kewaspadaan Warga Terhadap Bencana

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X