Bupati Lebak Masih Tunggu Kajian Badan Geologi untuk Relokasi Korban Banjir Bandang

Kompas.com - 21/01/2020, 21:21 WIB
Sejumlah warga melintasi sungai Ciberang menggunakan perahu karet di Kampung Somang, Lebak, Banten, Senin (20/1/2020). Sebanyak 28 jembatan rusak diterjang banjir bandang dan longsor, warga berharap pemerintah segera membangun kembali infrastruktur yang rusak supaya aktivitas serta perekonomian mereka bisa cepat pulih. ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRSejumlah warga melintasi sungai Ciberang menggunakan perahu karet di Kampung Somang, Lebak, Banten, Senin (20/1/2020). Sebanyak 28 jembatan rusak diterjang banjir bandang dan longsor, warga berharap pemerintah segera membangun kembali infrastruktur yang rusak supaya aktivitas serta perekonomian mereka bisa cepat pulih.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengaku masih menunggu kajian dari Badan Geologi tingkat pusat untuk melakukan relokasi para korban bencana banjir bandang di Lebak, Banten.

Menurut Iti Octavia, hasil kajian Badan Geologi diperlukan untuk melakukan relokasi warga terdampak bencana tersebut.

"Kami lagi menunggu, jadi hari ini kami, tim Badan Geologi sudah turun seminggu ini untuk mengecek," kata Iti di Kantor Kemenko PMK, Selasa (21/1/2020).

Iti mengaku tidak mau gegabah dalam memindahkan warga terdampak bencana.

Baca juga: Ini Hasil Rapat soal Rekonstruksi Bencana Lebak dan Bogor

Hal itu dilakukan guna mencegah timbulnya bencana yang berimbas pada warga Lebak.

"Kami tidak sembarangan, artinya tidak gegabah menentukan lahan di sini untuk relokasi. Sedangkan secara teknis tidak sesuai, kan begitu," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, menggelar rapat bersama Bupati Lebak dan Bupati Bogor.

Rapat yang digelar di kantor Muhadjir itu membahas pemulihan lahan dan relokasi penduduk setelah bencana banjir bandang di wilayah Lebak, Banten dan Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

"Jadi ini sudah rapat kedua kalinya di Kemenko PMK sesuai tugas dari Kemenko PMK kan melakukan koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian sesuai dengan arahan Bapak Presiden supaya dipercepat untuk pemulihan kondisi yang menjadi sumber bencana," kata Muhadjir usai rapat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X