Kepala BNPB Sebut Ada 2 Penyebab Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan

Kompas.com - 19/11/2019, 17:45 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo KOMPAS.COM/DANI PRABOWOKepala BNPB Doni Monardo
Penulis Dani Prabowo
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Doni Monardo menilai, ada dua persoalan yang menyebabkan kasus kebakaran hutan dan lahan sering terjadi.

Pertama, perilaku manusia. Menurut dia, hampir 99 persen kasus kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh perilaku manusia, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

"Mereka yang sengaja biasanya, mohon maaf, dibayar," kata tentara berpangkat letnan jenderal ini saat bertandang ke Menara Kompas, Jakarta, Senin (18/11/2019).


Baca juga: Tersulut Api Karhutla, Gudang Ban Bekas Terbakar dan Lalu Lintas Macet 7 Km

Ia mengatakan, perlu adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga tidak mudah terhasut untuk melakukan perbuatan pidana.

Selain itu, para tokoh masyarakat juga perlu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan.

Tak hanya dampaknya bagi masyarakat tetapi juga kehidupan ekosistem yang ada di dalamnya.

Baca juga: KLHK: Nilai Ganti Rugi Gugatan Karhutla Rp 315 Triliun, Tinggal Eksekusi

Persoalan kedua yakni lahan gambut yang kering. Idealnya, lahan tersebut harus dijaga tingkat kadar airnya. Sebab, gambut yang kering dapat dengan mudah terbakar.

"Kalau kita bisa jaga ini (kadar air), api itu cuma takut satu, air," ujarnya.

"Kalau dua persoalan bisa kita selesaikan, sampai kapan pun juga kebakaran nyaris tidak akan terulang untuk wilayah gambut. Kalau pun terjadi tidak akan separah ini," imbuh Doni.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X