Sandiaga Mengaku Santai Hadapi Debat Terakhir

Kompas.com - 13/04/2019, 19:39 WIB
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno menyampaikan orasi dalam Kampanye Rapat Umum pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02  dihadapan ribuan pendukungnya di Gedung Herlina Mutiara, Karangtengah, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (11/04/2019) siang. KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMANCawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno menyampaikan orasi dalam Kampanye Rapat Umum pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 dihadapan ribuan pendukungnya di Gedung Herlina Mutiara, Karangtengah, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (11/04/2019) siang.
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno tiba di lokasi debat kelima Pemilihan Presiden 2019 bersama istrinya, Nur Asia, di Hotel Sultan, Sabtu (13/4/2019). Ketika ditanya awak media, Sandiaga mengatakan dirinya santai menghadapi debat terakhir ini.

"Everything is smooth, semoga semuanya beres, kita santai saja, sukses semuanya," ujar Sandiaga.

Sandiaga mengenakan setelan jas berwarna hitam yang biasa dia kenakan pada debat-debat sebelumnya. Dia mengenakan peci berwarna hitam dan dasi merah. Adapun istrinya mengenakan blouse berwarna biru.

Pada hari terakhir masa kampanye ini, Sandiaga menyampaikan permintaan maaf kepada awak media.

Baca juga: Sebelum Debat, Prabowo-Sandiaga Bertemu AA Gym

"Mohon maaf kalau 8 bulan selama bersosialisasi, terima kasih teman media, kalau ada salah kita minta maaf," ujar dia.

Debat kelima Pilpres 2019 akan digelar pada Sabtu (13/4/2019). Debat akan mempertemukan paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Debat diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Media penyelenggara debat yaitu TVOne, ANTV, Beritasatu TV, dan NET TV.

Debat kelima nanti akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, perdagangan serta industri. 

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Minta Kepala Daerah Tak Sebar Sentimen Negatif tentang Perekonomian Nasional

Jokowi Minta Kepala Daerah Tak Sebar Sentimen Negatif tentang Perekonomian Nasional

Nasional
Rekomendasi Mahfud MD Tambah Pasukan di Papua Dikritik

Rekomendasi Mahfud MD Tambah Pasukan di Papua Dikritik

Nasional
Dituntut Penjara Seumur Hidup, Terdakwa Kasus Jiwasraya: Bagaikan Hukuman Mati

Dituntut Penjara Seumur Hidup, Terdakwa Kasus Jiwasraya: Bagaikan Hukuman Mati

Nasional
Presiden Jokowi Diminta Buka Draf UU Cipta Kerja

Presiden Jokowi Diminta Buka Draf UU Cipta Kerja

Nasional
Fadli Zon: Ada Anggapan Kalau Jadi Partai Koalisi Tak Boleh Lagi Bersuara di DPR, Ini Bahaya

Fadli Zon: Ada Anggapan Kalau Jadi Partai Koalisi Tak Boleh Lagi Bersuara di DPR, Ini Bahaya

Nasional
Hari Santri, Wapres Minta Santri dan Pesantren Kontribusi Majukan Bangsa

Hari Santri, Wapres Minta Santri dan Pesantren Kontribusi Majukan Bangsa

Nasional
Ditetapkan sebagai Tersangka, Dirut PAL Budi Saleh Diduga Terima Rp 686 Juta

Ditetapkan sebagai Tersangka, Dirut PAL Budi Saleh Diduga Terima Rp 686 Juta

Nasional
Setahun Pemerintahan Jokowi, Menlu Retno Paparkan Hasil Kinerja Perlindungan WNI

Setahun Pemerintahan Jokowi, Menlu Retno Paparkan Hasil Kinerja Perlindungan WNI

Nasional
4.432 Kasus Baru Covid-19 dari 30 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi dengan 989

4.432 Kasus Baru Covid-19 dari 30 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi dengan 989

Nasional
Kekeliruan Tugas Otonomi Disebut Jadi Alasan Lahirnya Omnibus Law

Kekeliruan Tugas Otonomi Disebut Jadi Alasan Lahirnya Omnibus Law

Nasional
Rp 1 Triliun dari Pinjaman PEN Digunakan untuk Penanggulangan Banjir Jakarta

Rp 1 Triliun dari Pinjaman PEN Digunakan untuk Penanggulangan Banjir Jakarta

Nasional
Menlu AS Mike Pompeo Kunjungi Indonesia Pekan Depan

Menlu AS Mike Pompeo Kunjungi Indonesia Pekan Depan

Nasional
Dukung Gerakan Mahasiswa-Buruh, Fadli Zon: Parlemen Tak Mampu Lagi Kontrol Pemerintah

Dukung Gerakan Mahasiswa-Buruh, Fadli Zon: Parlemen Tak Mampu Lagi Kontrol Pemerintah

Nasional
Jumat Besok, Polri Panggil Ketua Komite Eksekutif KAMI sebagai Saksi

Jumat Besok, Polri Panggil Ketua Komite Eksekutif KAMI sebagai Saksi

Nasional
KPK Tetapkan Dirut PT PAL Budiman Saleh sebagai Tersangka Kasus PT Dirgantara Indonesia

KPK Tetapkan Dirut PT PAL Budiman Saleh sebagai Tersangka Kasus PT Dirgantara Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X