Kata Djarot, Ahok Dukung Keputusan Jokowi Pilih Ma'ruf Amin

Kompas.com - 17/10/2018, 10:07 WIB
Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, saat memberikan keterangan pers di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta, Rabu, (19/4/2017). Pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta putaran kedua berlangsung pada hari ini. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGGubernur dan Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, saat memberikan keterangan pers di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta, Rabu, (19/4/2017). Pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta putaran kedua berlangsung pada hari ini.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi PDI-P Djarot Saiful Hidayat mengatakan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mendukung keputusan Presiden Joko Widodo yang telah memilih KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf akan ikut pada kontestasi Pilpres 2019. Pasangan nomor urut 01 ini akan bersaing dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

Hal itu disampaikan Djarot saat ditemui di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

"Pak Ahok sih normatif bilang dukungannya pada Pak Jokowi. Jadi apapun yang diambil Pak Jokowi beliau akan dukung," kata Djarot.

Baca juga: Cak Imin Sebut Banyak Pendukung Ahok Salah Paham dengan Maruf Amin

Djarot mengaku membahas Pilpres bersama Ahok saat berkunjung ke Rutan Brimob, Kelapa Dua, Depok, beberapa waktu lalu. 

Djarot melanjutkan, Ahok tak ingin relawannya golput di Pilpres 2019 lantaran tidak sepakat dengan cawapres pilihan Jokowi.

Ia menambahkan, Ahok juga mengatakan Jokowi perlu melanjutkan pemerintahannya hingga periode kedua untuk menuntaskan visi dan misinya membangun Indonesia.

Ia pun memastikan dukungan Ahok di Pilpres 2019 kepada pasangan calon Jokowi-Ma'ruf.

"Kemarin kan saya ditanya bagaimana dengn relawan teman ahok, mereka kan juga sudah mendeklarasi, artinya apa, sebetulnya Pak Ahok lebih menyoroti bagaimana supaya tidak banyak yang golput," kata Djarot.

"Bagaimana kita semua menggunakan hak pilih kita. Karena satu suara itu sangat menentukan bagaimana keberhasilan Pak Jokowi dan Ma'ruf Amin," lanjut dia.

Baca juga: Dukung Jokowi-Maruf, Teman Ahok Bertransformasi Jadi Sejuta Teman

Diketahui, dalam persidangan kedelapan kasus penodaan agama, Selasa (31/1/2017) lalu, Ahok sempat mengancam akan memproses hukum Ma'ruf.

Ahok menilai, Ma'ruf menutupi latar belakangnya yang pernah menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain itu, Ahok mengatakan, kuasa hukumnya memiliki bukti adanya telepon dari SBY kepada Ma'ruf. Telepon itu berisi permintaan SBY agar Ma'ruf bertemu dengan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

SBY pun disebut meminta Ma'ruf untuk menerbitkan fatwa penistaan agama untuk pidato Ahok di Kepulauan Seribu.

Belakangan, Ahok menyatakan permintaan maafnya kepada Ma'ruf Amin. Ahok juga menegaskan tidak akan melaporkan Ma'ruf Amin.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X